Home Bandara AP II Ungkap Strategi Agar UMKM Mampu Bertahan di Tengah Pandemi

AP II Ungkap Strategi Agar UMKM Mampu Bertahan di Tengah Pandemi

0
Wastafel portabel produksi UMKM mitra binaan PT Angkasa Pura II. (dok:AP2)

BANDARA SOETTA – PT Angkasa Pura II (Persero) mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam menghadapi tantangan COVID-19.

Di tengah pandemi ini, PT Angkasa Pura II mendorong UMKM dibidang konveksi yang telah menjadi mitra binaan untuk kini beralih khusus menjadi produsen masker kain.

Saat ini sudah terdapat mitra binaan UMKM PT Angkasa Pura II di sejumlah daerah yang beralih menjadi produsen masker kain dan hazardous materials (Hazmat) suit.

Di samping itu, mitra binaan UMKM di bidang welding atau pengelasan kini juga beralih menjadi produsen wastafel portabel.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Wiweko Probojakti menuturkan, dengan bimbingan dari PT Angkasa Pura II maka UMKM dapat beradaptasi di tengah pandemi ini.

“Strategi bertahan di tengah pandemi ini adalah UMKM harus dapat melakukan penyesuaian bisnis. Sejalan dengan itu, kami mengarahkan agar UMKM yang telah menjadi mitra binaan PT Angkasa Pura II untuk beralih menjadi produsen masker kain, hazmat dan wastafel portabel,” ujar Wiweko yang akrab disapa Dodit ini, Minggu (28/6/2020).

Adapun UMKM mitra binaan PT Angkasa Pura II yang telah beralih menjadi produsen masker kain berlokasi di Tangerang, Depok, Bekasi, Pontianak, Jambi, dan Bandung.

Sementara itu, yang kini menjadi produsen APD Coverall berlokasi di Depok, dan yang beralih menjadi produsen wastafel portabel ada di sejumlah wilayah operasional PT Angkasa Pura II.

“UMKM di berbagai kota di Indonesia itu kini memproduksi masker kain dan ada juga yang memproduksi Hazmat, serta wastafel portabel. Sebagai bentuk dukungan, kami juga membeli produk-produk mereka untuk digunakan di bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II,” jelas Dodit.

Dodit mengatakan saat ini PT Angkasa Pura II juga tengah mengajak mitra binaan UMKM lainnya untuk juga dapat mencari peluang di tengah pandemi.

“Permintaan terhadap masker memang ada, karena di tengah pandemi ini masyarakat wajib menggunakan masker di dalam aktivitas sehari-hari. UMKM bisa melihat peluang seperti ini untuk tetap bertahan di tengah pandemi,” jelas Dodit.

Adapun dana program kemitraan yang disalurkan PT Angkasa Pura II sebagai modal bagi UMKM dari 1991 hingga Mei 2020 mencapai sebesar Rp616,63 miliar bagi sebanyak 31.202 mitra binaan.

Mitra binaan tersebut tesebar di seluruh wilayah di mana bandara-bandara PT Angkasa Pura II beroperasi.

“Program kemitraan PT Angkasa Pura II telah banyak melahirkan pengusaha sukses seperti pengrajin rumah bamboo, jaket kulit, batik kayu, batik kain, baju muslim, aksesoris, dan kini produsen masker dan APD Coverall. Kami berharap program kemitraan ini dapat membuat kelompok usaha skala kecil dan menengah menjadi lebih produktif dan berkembang sehingga perekonomian masyarakat lebih meningkat,” tutur Dodit.

(Rmt)