Home Berita Uten Sutendy: Jadikan Baduy sebagai Kawasan Khusus

Uten Sutendy: Jadikan Baduy sebagai Kawasan Khusus

0

Viral mengenai berita warga Baduy mengirim surat ke Presiden Jokowi, Uten Sutendy , budayawan yang menulis beberapa buku tentang Baduy angkat bicara.

“Kawasan Baduy memang harus ditutup sebagai Destinasi Wisata umum demi menjaga kelestarian dan kemurnian suku Baduy baik dari sisi lingkungan hutannya maupun nilai nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” kata Uten, penulis buku (novel) “Baiat Cinta di Tanah Baduy.

Menurutnya selama ini, orang luar, termasuk pemerintah daerah, hanya memanfaatkan Kawasan Baduy dan ‘menjual” orang Baduy untuk pencitraan dan icon daerah wisata Banten. Tetapi di sisi lain , khususnya pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak, tak menunjukkan perhatian, kepeduliaan dan kecintaan kepada Warga Baduy.

“Coba perhatikan, kalau memperhatikan orang Baduy dan menjadikan sebagai obyek wisata, apa yg sudah dibangun oleh Pemda di sana?,” tegas Uten yang juga dikenal sebagai Presiden Banten Club dan Tangsel Club.

Uten mempertanyakan sikao pemerintah daerah yang dinilainya abai terhadap berbagai ancaman kerusakan lingkungan hutan sekitar tanah Ulayat Baduy karena kepentingan para pengusaha.

“Saya tidak melihat ada upaya serius dari pemerintah untuk melindungi kawasan konservasi Baduy.
Coba perhatikan, selama ini, perlindungan macam apa yang telah dilakukan oleh Pemda untuk menjaga kelestarian dan kemurnian lingkungan Baduy?” imbuhnya.

Ia juga mempertanyakan bahwa pemerintah daerah tidak memberikan pemahaman yang benar tentang keberadaan Baduy dengan segala aspeknya kepada dunia luar. Yang dilakukan pemerintah daerah cenderung hanya menjual dan mengeksploitasi nama Baduy untuk kepentingan pariwisata Banten,” tegas Uten yang juga menulis novel “Si Jaun, Petualang dari Baduy.

Sementara itu, menurut pengamatannya, setiap tahun orang Baduy “dieksploitasi” dalam upacara Seba dan promosi wisara. Dan orang luar dibiarkan bebas keluar- masuk ke hutan Baduy tanpa ada upaya proteksi dan seleksi dari Pemda.

Uten juga menyayangkan bahwa selama ini Pemerintah daerah mengabaikan potensi besar sumber daya manusia dan alam Baduy.

Ia tak melihat ada upaya dari Pemda untuk memfasilitasi meningkatkan kemampuan life skill dan tingkat kesejahteraan orang Baduy. Padahal di dalam hutan Baduy sangat kaya sumber daya dan orang Baduy punya karakter mandiri dalam menghasilkan berbagai produk kerajinan tangan dan pertanian.

Oleh karena itu, Uten yang juga dikenal sebagai motivator menyarankan agar kawasan Baduy dijadikan sebagai kawasan khusus yang benar-benar dilindungi.

Sekalipun tetap mau dipertahankan menjadi kawasan yang layak dikunjungi warga luar, maka, kata Uten, jadikan Baduy sebagai obyek khusus. Yakni untuk keperluan kunjungan studi konservasi, penelitian, observasi, pengembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai aspek,

Karena sesungguhnya Suku Baduy terdiri dari dua fungsi besar : yakni sebagai contoh keberhasilan model konservasi alam dan pertanian dengan berbagai sub-sektornya.

Selain itu juga Baduy adalah pusat spritual Kearifan Nusantara dan menyimpan inti dari ajaran Sunda Wiwitan (Sunda Buhun) yang masih murni dimana di dalamnya hidup para ‘pertapa” (Baduy Dalam) yang terus menerus bersujud (berserah diri) kepada Sang Pencipta sambil bekerja untuk menjaga keseimbangan ekosistim alam.