Home Berita Mediasi Aset, KPK Tunggu 2 Minggu Mendatang

Mediasi Aset, KPK Tunggu 2 Minggu Mendatang

0

SERANG-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wilayah II Banten masih butuh waktu untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan aset antara Pemkab Serang dan Kota Serang.

Hal itu diungkapkan Kordinator Wilayah (Korsupgah) II KPK Asep Rahmat Suhanda saat ditemui usai rapat mediasi antara Pemkab Serang dan Pemkot Serang masalah penyelesaian aset di kantor Infektorat Provinsi Banten, jumat, (24/07/2020).

“Kalau dari kedua pihak sih tidak ada masalah. Tinggal bagaimana mencari solusi terbaik tentang permasalahan aset ini. Ya kita (KPk_red) butuh waktu untuk menyakinkan kedua belah pihak,”katanya.

Asep mengatakan, proses mediasi yang dilakukan KPK akan sejalan dengan metode dalam undang undang pemekaran. Kalau secara undang undang, terang Asep, dirinya tidak bisa menilai undang undang, karena itu pasti sejak awal sudah menjadi bahan diskusi dan KPK bukan tidak mau kesitu karena sudah paham, jika bicara interplasi undang undang, semua akan menafsirkan sesuai dengan kepentingannya.

“Kalau mediasi dilakukan pendekatannya interplementasi selesai sudah, saya bilang tadi sudah saja selesaikan, kalau kita masih mau disitu, silahkan pergi ke pengadilan, hakim yang menentukan, karena disitulah kepastiannya, tapi kita kan tidak mau itu terjadi,” ungkapnya.

Asisten daerah (Asda) III pemkab Serang Hj. Ida Nuraida SOS, MSI yang datang mewakili Pemkab Serang untuk mediasi masalah aset menjelaskan, dari daftar yang sisa aset 3 persen yang belum di serahkan itu, pihaknya harus menganalisis terlebih dahulu secara mendasar aset mana yang akan segera di serahkan dalam dua minggu kedepan, karena pemkab Serang belum terbangunkan gedung gedungnya.

“Dari jumlah 42 bidang itu ada beberapa bangunan, nanti kita analisis dulu, uji akademik dulu uji segala macam, kalau yang memang harus di serahkan dan kita tidak pergunakan akan kita serahkan,” tuturnya.

Kalau terkait keinginan dari panitia khusus (Pansus) Aset kota Serang yang menginginkan kepastian sisa aset yang akan diberikan ini walaupun bukan fisik namun hanya dokumen terlebih dahulu,
Ida mengaku tidak mau terprovokasi keinginan itu.

“Saya tidak mau terprovokasi yah, sebab hasil pansus Kota Serang itu berlaku di kota, sedangkan kita di kabupaten, jadi mohon bersabar pada masyarakat, kita akan analisis dulu,”ungkapnya.

Ida menegaskan, dari 3 persen sisa aset yang belum terselesaikan itu tidak semuanya akan diserahkan. Menurut Ida, di Undang Undangnya hanya sebagian, tidak harus seratus persen, karena banyak tempat yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemkab Serang, untuk Pendopo Kabupaten Serang KPK menyarankan untuk menjadi Heritaj, sedangkan RSUD tidak diserahkan.

“Kan gini nih, pemekaran wilayah itu tidak untuk membangkrutkan kabupaten induk, inikan anak kan, jadi harus berkembang dua duanya untuk pad, untuk kita jadikan hotel kan bisa ajah, misalnya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil walikota Serang Subadri Usuludin yang juga menghadiri Rapat Mediasi masalah aset menerangkan, Pihaknya dalam hal ini Pemkot Serang berkeinginan semua sisa aset tersebut di serahkan, selain karena amanah undang undang, juga sudah masuk ke ranah kebutuhan.

“Kalau kami maunya semua diserahkan, tapi kembali lagi jawabamnya ada di Kabupaten Serang, niatannya kaya gimana saat ini, kantor OPD kami masih ada yang ngontrak, terus yang punya kantor pun tidak respentatip,” ucapnya.

Menurut Subadri, terkait ketidak singkronan angka yang menurut hitungan Pemkab Serang hanya ada 41 bidang aset yang belum diserahkan, sedangkan hitungan dari pemkot ada sebayak 227 item itu tidak masalah.

“Ya itu sah sah ajah hitungannya mereka, tapi hitungan kita ya 227 itu ya semuanya,”tuturnya.

Subadri mengapresiasi adanya mediasi ini dan Provinsi yang telah mau jadi penengah serta Kopsupgah KPK yang telah mau turun langsung menangani masalah ini. Dari hasil mediasi awal ini lanjut Subadri, nanti akan ada pertemuan dua minggu mendatang.

“Kita apresiasi hasil pertemuan ini. Mudah-mudahan akan ada MOU antara kedua belah pihak,”ungkapnya (Aiz)