Home Berita Manfaatkan 11 Hektare Lahan Tidur, Kapolsek Jatiuwung: Lapangan pekerjaan baru bagi warga...

Manfaatkan 11 Hektare Lahan Tidur, Kapolsek Jatiuwung: Lapangan pekerjaan baru bagi warga terdampak Covid-19

0

Lahan tidur seluas kurang lebih 11 hektare di Kota Tangerang dioptimalkan pemanfaatannya oleh Polsek Jatiuwung bersama Koramil 06 Jatiuwung.

Lahan tidur yang terletak di bantaran sungai Cisadane itu diubah menjadi tempat bercocok tanam dan budidaya ikan bagi masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19.

Adapun yang menjadi inisiator pemanfaatan lahan tidur di Kota Tangerang yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan nusantara tersebut adalah Kapolsek Jatiuwung Kompol Aditya SP Sembiring dan Danramil 06 Jatiuwung Mayor Inf Deni Suryo AD.

“Jadi untuk ketahanan pangan warga, kami mengolah dan memanfaatkan lahan tidur yang luasnya kurang lebih 11 hektare. Itu kami olah, kami manfaatkan untuk kita tanami tanaman umbian palawija (dan) sayur-mayur,” ujar Aditya kepada wartawan, Minggu (2/8/2020).

Aditya menuturkan, lahan tidur seluas 11 hektare itu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk program ketahanan pangan guna meningkatkan produktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Lahan tersebut dibagi menjadi tiga zona A, B dan C yang terdiri dari belasan klaster di tiap zonanya. Nantinya tiap klaster, akan dikelola oleh masyarakat secara mandiri dengan bimbingan dari Polsek dan Koramil 06 Jatiuwung.

Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan pangan dan menjadi alternatif produktivitas masyarakat sekitar yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

“Setiap klaster ini kami meminta warga untuk membuat kelompok tani. Dimana kelompok tani diprioritaskan kepada warga yang sangat terdampak Covid-19, seperti ada teman-teman buruh yang dirumahkan atau yang menerima PHK untuk bisa mengolah lahan tersebut,” ujar Aditya.

Selain lahan tidur lanjut Aditya, bantaran sungai Cisadane yang melewati lahan tidur itu dioptimalkan pemanfaatannya dan dijadikan tempat budidaya ikan.

Sebanyak 16 kolam keramba dengan ukuran 5×5 meter disiapkan berjejer di pinggir sungai dengan beragam ikan yang dibudidayakan.

Adapun jenis ikan yang dipilih adalah ikan patin dan nila. Sedangkan untuk kolam yang berada di dekat lahan pertanian adalah kolam lele dengan setiap kolam berukuran 10×3 meter yang pembudidayaan hingga hasil panen dikelola oleh warga sekitar.

Sedikitnya 20 ribu bibit lele ditebar ke kolam-kolam lele yang dibuat di lahan tidur tersebut, dengan harapan agar warga bisa mandiri dalam ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas demi ketangguhan ekonomi warga.

“Harapan kami hasil dari kegiatan ini bisa bermanfaat bagi mereka (masyarakat). Sehingga ini bisa dikatakan membuka lapangan pekerjaan baru warga yang terdampak Covid-19,” tutur Kompol Aditya. (Rmt)