Home Berita Sudah Sepekan Masyarakat Pulau Tunda Krisis Listrik

Sudah Sepekan Masyarakat Pulau Tunda Krisis Listrik

0

Pulau Tunda Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten mengalami krisis listrik. Daerah yang terletak dibagian utara teluk banten atau berjarak sekitar 36,4 kilometer tersebut masayarkatnya hidup dalam kegelapan, hanya satu atau dua jam saja dialiri arus listrik yang dihasilkan dari Pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berkapasitas 25 ribu kilo Watt yang di lakukan bergilir.

Salah Seorang warga Pulau tunda Mulyadi mengatakan, ketiadaan listrik di desanya sudah terjadi selama dua mingguan. Menurutnya, ketiadaan aliran listrik banyak dikeluhkan oleh warga dan keadaan ini sangat mengganggu aktivitas warga sekitar.

“Dengan kondisi ini tentunya banyak warga masyarakat disini yang mengeluhlah. Anak-anak untuk belajar dan mengaji saja susah serta aktivitas juga terbatas karena ketidaksediaan aliran listrik,”katanya, Senin (3/8/2020).

Mulyadi menuturkan, selama ketiadaan aliran listrik, dirinya untuk sementara menggunakan Genset untuk penerangan di rumahnya walaupun dengan biaya yang cukup besar harus dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar.

“Karena aliran listrik tidak ada terpaksa masyarakat disini menggunakan genset untuk penerangan. Biaya operasional genset saja cukup mahal, kalau kita sampai pagi itu menggunakan genset menghabiskan solar sekitar 8 literan disini harga bahan bakar 12 ribu perliter.”ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Wargasana Pulau Tunda Hasyim mengatakan, tidak adanya aliran listrik di pulau tunda beberapa minggu ini dikarenakan adanya kerusakan yang berat lantaran mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini beroperasi untuk menerangi sekitar 300 rumah yang ada di pulau tunda setiap malam tidak berfunsi.

“Mesin sudah tua, ada sekitar tujuh tahunan umurnya, kami disini gelap dari mulai magrib hingga jam 11 malam terang sampai jam 2 sampai jam 3 gelap kembali, ada bantuan tenaga surya yang tidak memuaskan, tapi alhamdulillah sedikitpun masih ada penerangan,”ujarnya.

Hasyim mengaku, jika dirinya selaku Kepala Desa mewakili masyarakat meminta Pemerintah Daerah untuk mengganti mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan yang baru.

“Karena kondisi sudah tua, warga disini minta untuk diganti. Tetapi anggaran desa tidak ada makanya kami meminta perhatian Pemerintah Daerah untuk membantu persoalan ini,”pungkasnya.

Selain PLTD, Hasyim mengungkapan, didesanya juga terdapat dua buah Pembangkit lainnya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),l. Namun, kata Hasyim, kondisinya hanya satu yang beroperasi dengan kapasitas 25 ribu kilo Watt, sedangkan yang satunya rusak tidak beroperasi dengan kavasitas 50kilo Watt.

“Selain PLTD, disini itu ada juga 2 PLTS, pertama bantuan dari tahun 2013 yang sebesar 25 kwv yang sekarang masih berfungsi. Kemudian bantuan PLTS berkapasitas 50 kilo watt bantuan 2018-2019 namun saat ini kondisinya dalam keadaan rusak tidak berfungsi,” jelasnya.

Sementara itu, Salah satu Operator
Genset Kusnadi yang berhasil di temui menerangkan, mesin Genset ada dua unit yang lama dengan kafasitas 75KWV namun telah lama tidak di pakai lantaran rusak parah, dan yang 100 KWV yang saat ini tengah dalam perbaikan.

“Kerusakannnya ya cukup parah juga, saat ini kita sudah ganti alat-alat mesin yang rusak. Karena anggaran keuangan kita minim sehingga yang penting tadi, mesin bisa aktif bisa hidup kembali,”ungkapnya. (Aiz).