Home Berita Tagih Janji Jokowi, Petani Medan Jalan Kaki Sampai Istana

Tagih Janji Jokowi, Petani Medan Jalan Kaki Sampai Istana

0

Sebanyak 170 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB), Sumatera Utara, melakukan aksi jalan kaki dari Medan ke Jakarta untuk menagih janji Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Biro Kaderisasi Bidang Tani SPSB, Aris Suryono mengatakan, aksi jalan kaki dari Medan ke Jakarta tersebut sebagai bentuk protes kepada PTPN II. Sambung, Aris, pihaknya ingin menuntut pembubaran perusahaan BUMN PTPN II dan kemudian berikan hak tanah kepada petani melalui program redistribusi tanah dari negara yang diberikan kepada rakyat, yang dijanjikan oleh Presiden RI Jokowi.

“Kami ingin PTPN II dibubarkan, yang kedua berikan hak tanah kepada petani yang sudah menempati sejak tahun 1951 dengan program redistribusi tanah dari negara yang diberikan kepada rakyat, yang di janjikan pada kampanye Jokowi yang sampai saat ini belum diberikan,” kata Aris saat di temui di depan Alun-alun Serang, Selasa (4/8).

Aris mengungkapkan, akibat penggusuran paksa yang dilakukan oleh PTPN II, dampak dominan sangat luas di rasakan.

“Kami kehilangan tempat tinggal dan juga tempat usaha. Anak tidak bisa sekolah, kredit macet, makan pun susah. Kami sangat terdampak perekonomian,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petani Awan Purba menambahkan, kegiatan aksi jalan kaki tersebut sudah beberapa kali dilakukan.

“Jadi selama ini kami di Medan, Sumatera Utara sudah melaksanakan beberapa kali aksi jalan kaki, baik itu jalan kaki ke kantor DPRD Deli Serdang ke kantor Bupati Deli Serdang maupun ke BPN Deli Serdang dan BPN Sumatra Utara, namun tidak ada tanggapan sama sekali untuk tuntutan kami,” tambahnya.

Awan menuturkan, aksi jalan kaki dari medan dimulai Stanggal 25 Juni 2020, sampai terhitung pada hari ini, SPSB dan SPMB memutuskan untuk berjalan kaki ke Jakarta untuk menemui orang nomer satu di Indonesia, guna menuntut keadilan.

“Karena kami merasa bahwa hanya presiden yang bisa mengambil keputusan untuk membuat keadilan bagi kami, karena kami sekarang di kampung tidak bisa lagi bercocok tanam, tidak bisa lagi sekolah karena semua sumber pendapatan kami sudah diserobot oleh PTPN II,” kata Awan.

Mewakili masyarakat Simalingkar dan Simencirim, Ia berharap dengan aksi jalan kaki ini mendapatkan respon yang positif.

“Saya berharap dengan aksi ini dapat di dengar oleh bapak Presiden, dan kami berharap kepada Bapak Presiden supaya ada keadilan bagi kami dan tanah-tanah yang sudah dirampas oleh PTPN II agar dikembalikan kepada kami, biar kami bisa lagi bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup kami,” harapnya. (Smn)