Home Berita Komunitas Badut Ikut Hibur Anak-Anak Terdampak Gusuran Tol di Benda

Komunitas Badut Ikut Hibur Anak-Anak Terdampak Gusuran Tol di Benda

0

Selain aktivis dari Kota Tangerang, Komunitas Badut Tangerang Raya (BATARA) juga ikut terjun ke lokasi terdampak pembangunan tol JORR II di Kampung Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Mereka, menghibur anak -anak korban gusuran untuk kembali tersenyum.

BATARA yang biasanya menghibur atau memberikan trauma healing kepada warga terdampak bencana rupanya terpanggil dengan kepedihan dari anak – anak terdampak tol menuju Bandara Soetta ini.

Saat mereka mengunjungi lokasi, mereka melihat dua mobil alat berat tengah melintas diantara reruntuhan sisa rumah warga.

Sontak sang badut memanfaatkan momentum ini untuk menjadikan anak sekitar tidak trauma atas kejadian yang telah terjadi. Joe Kormano salah seorang penggiat di komunitas badut ini memanfaatkan kepulan asap dari mobil tersebut untuk menghibur anak kecil.

“Itu Kereta api kok ngga ada relnya, jalannya gimana ya,?,”Tanya Joe Kormano kepada anak anak seraya menawarkan hadiah berupa tumbler.

Mendapat pertanyaan mudah tersebut, anak anak yang sebelumnya takut dengan aparat dan suara yang dihasilkan alat berat tersebut menjawab pertanyaan Joe dengan ceria.

“Itu bukan Kereta om badut, itu beko ,”kata salahsatu bocah menjawab pertanyaan Joe.

Mengetahui sang bocah tidak lagi takut dengan alat berat tersebut, Joe memberikan sang bocah dua hadiah sekaligus yang saat itu di pegangya.

“Karna udah ngga takut, om badut kasih dua sekaligus hayo siapa lagi yang udah ngga takut sama kereta yang ngga pake rel itu, nanti om badut kasih lima hadiah sekaligus,” kata Joe seraya diserbu oleh para bocah tersebut.

Kepada wartawan, Joe yang mengaku telah beberapa tahun terakhir bergerak dibidang pemulihan trauma melalui pertunjukan badut. Menurut dia komunitas badut ini terpanggil atas kondisi anak – anak yang trauma atas penggusuran tersebut.

“Kami biasa melakukan trauma healing khususnya kepada anak anak yang terkena dampak langsung, misalnya seperti penggusuran ini, bencana banjir dan beberapa kegiatan sosial lainnya yang dilakukan disetiap hari jumat yang kami namakan jumat berkah,” tukasnya.

Sementara itu Andri S Permana, Ketua Fraksi PDI-P DPRD kota Tangerang mengaku mengapresiasi semua elemen masyarakat yang telah peduli dengan kondisi masyarakat yang terkena dampak tersebut.

Ia menilai Pemulihan psikologis bagi anak yang terdampak penggusuran merupakan hal yang dibutuhkan bagi masyarakat terdampak khususnya anak-anak.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran komunitas badut tangerang raya bersama kawan-kawan GMNI yg melakukan kegiatan trauma healing bagi anak terdampak penggusuran di kecamatan benda.”Tukas politisi PDI-P tersebut.

Disisi lain, bantuan yang berdatangan baik berupa moril dan materil terhadap warga yang terkena dampak tersebut adalah cerminan dari semangat budaya gotong royong yang selama ini mulai pudar.

“Kehadiran para anggota dewan, wakil walikota, aktivis mahasiswa dan komunitas masyarakat di lokasi menunjukkan bahwa ada semangat gotong royong yang dilandasi kemanusiaan di Kota Tangerang,” terangnya.

Ia berharap persoalan hukum yang dihadapi warga agar segera menemui jalan keluar dan tidak menimbulkan dampak psikologis bagi anak-anak berkepanjangan kedepannya. (Bal)