Home Berita AirNav Indonesia Bantu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Bengkulu

AirNav Indonesia Bantu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Bengkulu

0
Foto: Direktur Utama AirNav, Polana Banguningsih Pramesti menyerahkan bantuan bantuan modal dan pelatihan bagi korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 18 Juni 2022. (dok. AirNav Indonesia)

AirNav Indonesia (AirNav) memberikan bantuan modal dan pelatihan bagi korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 18 Juni 2022.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), AirNav Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan fenomena yang sering terjadi di berbagai sudut dunia. Fakta menyedihkannya, fenomena tersebut bahkan tidak jarang terjadi di sekitar kita. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus melakukan sesuatu untuk dapat mengubah kondisi yang memprihatinkan ini.”

“Itulah sebabnya AirNav hadir untuk menjadi bagian kecil dari kepedulian tersebut. AirNav ingin memastikan para korban kekerasan tersebut mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan untuk melanjutkan masa depan,” kata Direktur Utama AirNav, Polana Banguningsih Pramesti melalui keterangannya yang diterima tangerangonline.id, Sabtu (18/6/2022).

Polana menuturkan bahwa bantuan yang disalurkan oleh AirNav bagi para perempuan dan anak korban tindak kekerasan melalui Yayasan PUPA tersebut diprioritaskan untuk membekali mereka dengan wawasan kewirausahaan guna mengasah keterampilan, sehingga ke depan, mereka dapat berkesempatan membuka usaha mandiri.

Selain itu, AirNav juga mengalokasikan bantuannya dengan pemberian pelatihan serta modal usaha, sehingga para penerima bantuan dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang mereka dapatkan.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Kami akan ikut memantau perkembangan para penerima bantuan tersebut melalui program evaluasi dan monitoring oleh PUPA untuk memastikan apa yang kami berikan tepat guna,” terangnya.

Program bantuan ini berlatar belakang data dari Komisi Nasional (Komnas) Perempuan yang menunjukkan bahwa dalam 12 tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan sebanyak 792%.

Kasus tersebut memiliki bentuk yang beragam, di antaranya kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, tindak perdagangan orang, kekerasan dalam pacaran, dan kekerasan berbasis gender online.

“Kami bersyukur dapat melakukan kolaborasi dengan yayasan sosial yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perempuan dan anak. Tidak hanya di Kota Bengkulu, bantuan juga akan kami salurkan untuk korban di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah. Kami harap bantuan ini dapat merubah kondisi para korban dan meningkatkan semangat mereka untuk kembali meraih masa depan yang lebih baik,” tutur Polana.

Program yang berjalan sejak bulan Mei 2022 ini direncanakan tuntas pada bulan Juli mendatang. Secara teknis, program ini akan dilaksanakan secara independen oleh Pengurus Yayasan PUPA dengan pengawasan oleh staf advokasi dan bantuan hukum serta para legal komunitas dampingan Yayasan PUPA. (rls)