eVTOL Diperkenalkan di Cengkareng Heliport, Kemenhub Apresiasi Whitesky Group

By
2 Min Read
Perkenalan eVTOL di Cengkareng Heliport, Tangerang, Selasa, 23 Juni 2026. Foto: tangerangonline.id

Indonesia mulai membuka percakapan serius tentang masa depan mobilitas udara khususnya terkait Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL).

Dalam agenda Welcoming the Future of Air Mobility di Cengkareng Heliport, Tangerang, Whitesky Group bersama SkyDrive memperkenalkan teknologi eVTOL kepada regulator, industri, akademisi, media, dan masyarakat pada Selasa, 23 Juni 2026.

Acara ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, yang menyatakan dukungan terhadap inovasi penerbangan selama tetap berlandaskan keselamatan dan regulasi.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara

Kemenhub, Sokhib Al Rokhman, menekankan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi.

“Pemerintah tidak anti terhadap perkembangan dan kemajuan teknologi. Inovasi di sektor transportasi dan penerbangan perlu terus didorong selama tetap memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” ujar Sokhib.

Apresiasi ini menjadi sinyal bahwa regulator melihat eVTOL bukan sekadar tren global, melainkan peluang nyata bagi Indonesia.

Dengan karakter geografis kepulauan dan kebutuhan konektivitas antarwilayah, teknologi eVTOL dinilai relevan untuk mendukung mobilitas menuju bandara, kawasan bisnis, industri, hingga destinasi pariwisata.

Whitesky Group meyakini bahwa pengembangan Urban Air Mobility di Indonesia hanya bisa terwujud melalui kolaborasi erat antara pemerintah, regulator, operator, pengembang teknologi, penyedia infrastruktur, akademisi, dan investor.

Kehadiran SkyDrive dalam agenda ini memperlihatkan bagaimana teknologi global dapat diperkenalkan secara konkret, namun tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

Selain memperkenalkan pesawat eVTOL, kegiatan ini juga membuka ruang dialog mengenai aspek keselamatan, operasional, integrasi ruang udara, kesiapan infrastruktur, hingga penerimaan publik.

Bagi dunia industri dan investor, momentum ini menjadi pintu masuk untuk memahami peluang pengembangan ekosistem Advanced Air Mobility di Indonesia. (Rmt)

Share This Article