Target Top 10 Dunia, InJourney Pacu Transformasi Bandara Soetta

By
4 Min Read
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. foto: tangerangonline.id

Langkah kaki para pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kini disambut wajah baru yang terus bersolek.

Tak sekadar menjadi gerbang utama udara Indonesia, Bandara dengan kode CGK ini tengah bersaing dengan bandara udara lain kelas dunia.

Pemerintah mematok target ambisius yakni, membawa Bandara Soekarno-Hatta menembus jajaran 10 besar bandara terbaik dunia pada tahun 2029.

Mengejar target tersebut bukan perkara mustahil. Skytrax mencatat peringkat Bandara Soekarno-Hatta terus meroket dalam tiga tahun terakhir.

Setelah sempat bertengger di posisi 28 pada 2024, posisinya merangkak naik ke peringkat 25 pada 2025, dan kini sukses mengamankan peringkat 22 dunia pada 2026.

Untuk menjaga momentum positif ini, InJourney Airports mempercepat langkah transformasi melalui kolaborasi erat bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk InJourney Holding dan Danantara Indonesia.

Sejak 2024, InJourney Airports konsisten mengandalkan tiga pilar utama dalam transformasi ini, yaitu Premises (infrastruktur bandara berorientasi pelayanan), People (layanan staf bandara berkelas dunia), dan Process (operasional bandara berbasis ekosistem) dengan teknologi sebagai penggerak utama (enabler).

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, memaparkan sejumlah bukti nyata dari keberhasilan strategi tersebut.

“Realisasi transformasi secara konkret adalah Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F yang diresmikan oleh Presiden RI pada 2025, lalu dibukanya Terminal 1C pada tahun yang sama usai tuntas direvitalisasi, serta program beautifikasi yang membawa Terminal 3 meraih predikat Bintang 4 Skytrax,” kata pahlevi, Senin (13/7/2026).

Percepat transformasi

Pahlevi mengungkapkan transformasi Bandara Soekarno-Hatta kini dipercepat melalui 3 program peningkatan pengguna jasa bandara (airport experience) untuk mendukung tercapainya target 10 besar dunia.

“Bandara Soekarno-Hatta harus memiliki standar yang lebih tinggi lagi, karena itu kami menjalankan 3 program airport experience yakni Airport Revitalization & Beautification, Airport Transformation, dan Tactical Recommendation Follow Up,” terang Pahlevi.

Program Airport Revitalization & Beautification bertujuan menghadirkan nuansa dan suasana yang lebih baik melalui revitalisasi area check in di seluruh terminal, variasi tata letak kursi tunggu di area boarding gate yang lebih segar, beautifikasi area boarding lounge, serta revitalisasi seluruh fasilitas umum termasuk lain toilet dan nursery.

Sementara itu, program Airport Transformation untuk peningkatan layanan melalui fasilitas dengan teknologi terkini dan layanan staf bandara berkelas dunia. Fasilitas yang disiapkan adalah self bag drop, bag tracking, penanganan bagasi yang lebih optimal, hingga biometrik guna memproses keberangkatan.

Program ini juga akan menghadirkan integrasi antara aplikasi di smartphone dengan sistem penunjuk arah digital (digital wayfinding) yang ada di bandara untuk dengan cepat menunjukkan lokasi yang dibutuhkan pengguna jasa bandara.

“Tidak hanya fasilitas dengan teknologi, tetapi pelayanan staf bandara berkelas dunia juga masuk dalam program Airport Transformation. Kami membentuk CX Academy bagi frontliner untuk dapat memberikan pelayanan terbaik,” ujar Pahlevi.

Selanjutnya, program Tactical Recommendation Follow Up bertujuan untuk memenuhi rekomendasi dari Skytrax yang telah disampaikan secara verbal maupun melalui laporan audit tertulis.

Rekomendasi Skytrax yang tengah dipenuhi oleh InJourney Airports antara lain revitalisasi dan penambahan Flight Information Display System (FIDS), optimalisasi website bandara, serta perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana bandara.

“Program transformasi merupakan bagian dari upaya dalam menghadirkan airport experience kelas dunia. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi seluruh stakeholders, Bandara Soekarno-Hatta akan menembus 10 bandara terbaik dunia pada 2029,” jelas Pahlevi.

Adapun peringkat Bandara Soekarno-Hatta dalam daftar bandara terbaik dunia yang dirilis Skytrax terus meningkat dalam 3 tahun terakhir. Pada 2024, Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi 28, kemudian pada 2025 naik ke posisi 25, dan pada 2026 di posisi 22. (Rmt)

Share This Article