BPTP Jakarta telah menghasilkan 65 inovasi teknologi pertanian sejak berdirinya. Dalam kegiatan Temu Aplikasi Paket Inovasi Teknologi Pertanian (Temu APTEK) disampaikan beberapa inovasi teknologi pertanian yang akan direkomendasikan sebagai teknologi unggulan spesifik perkotaan.
Temu APTEK membahas kelayakan aplikasi suatu teknologi dalam penyelesaian masalah usaha pertanian serta untuk meningkatkan efektivitas program pembangunan pertanian. Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa temu APTEK diharapkan dapat memberikan umpan balik terhadap penciptaan teknologi itu sendiri, yang nanti digunakan untuk memperbaiki teknologi.
“Setelah itu harus dikomunikasikan, juga dikoordinasikan lagi,” ujar Haris Syahbuddin, di Jakarta, Jum’at (30/11/18).
Haris Syahbuddin, mengingatkan, inovasi yang telah dihasilkan tersebut juga harus dievaluasi hingga sejauh mana teknologi tersebut diadopsi oleh petani.
Sementara itu, Kepala BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, MSi mengatakan, ajang Temu APTEK merupakan salah satu tugas BPTP dalam mengomunikasikan dan mengkoordinasikan teknologi yang dihasilkan untuk mendapatkan umpan balik dari para stakeholders.
“Umpan balik ini nantinya akan digunakan untuk merumuskan rekomendasi teknologi pertanian spesifik perkotaan,” ujar Etty Herawati.
Temu APTEK berlangsung pada Jumat (30/11/2018), dihadiri oleh para stakeholders yang tidak saja berprofesi sebagai penyuluh wilayah dan pemangku kebijakan, tetapi juga dari beberapa perwakilan perguruan tinggi.(MRZ)

