Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kecamatan Rajeg mengeluhkan adanya pemotongan dana sebesar Rp120.000 per TPS, serta biaya operasional sebesar Rp 250.000 per desa/ kelurahan.
Ahmad Fauzi, Ketua PPS Desa Daon, Kecamatan Rajeg mengatakan, dirinya menduga pemotongan dilakukan oleh oknum di Kecamatan Rajeg.
“Dana PPS dipotong sebesar Rp 120.000 per TPS-nya. Di Rajeg ada 451 TPS, jika dikalian mencapai Rp 54.120.000. Belum lagi ada pemotongan biaya operasionalnya sebesar Rp 250.000 per desa/kelurahan, kalau dikalikan 12 desa mencapai Rp 2.760.000, jumlah seluruhnya mencapai Rp 56.880.000. Ini merupakan angka yang cukup besar,” ucap Ahmad Fauzi.
Lanjut Ahmad, dana operasional yang diterimanya jauh dari kata memadai. Menurutnya, saat dikonfirmasi terhadap yang bersangkutan malah saling lempar permasalahan tersebut. Ia berharap persoalan pemotongan bisa diselesaikan secara bersama dan terbuka.
“Yang aneh itu, ketika kami para PPS mencoba menanyakan persoalan ini kepada orang yang bersangkutan Ketua PPK dan Kepala Sekretariat PPK, semuanya terkesan saling lempar, serta tidak adanya keterbukaan. Sebenarnya kami hanya ingin transparansi mengenai pemotongan dana Pemilu ini. Kita duduk bersama kita selesaikan bersama,” ucapnya.
Sementara itu, Ahmad Yoni, Kepala Sekretariat PPK Kecamatan Rajeg mengakui adanya pemotongan sebesar Rp 250.000 per desa/ kelurahan. Namun hal tersebut dilakukan untuk membeli bahan-bahan pembuatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) atau laporan.
“Itu di-ATK sewajarnya-lah. Saya sehari-hari dengan Pak Atoilah untuk membuat SPJ, butuh materai, kertas, lalu itu biaya dari mana, maka dari situ. Pemotongan di setiap desa/ kelurahan itu memang benar, namun untuk itu peng-SPJ-an, kalau pihak PPS sanggup ya silahkan saja, dulu juga saya sudah bilang,” ucapnya.
Sedangkan untuk pemotongan Rp 120.000 di setiap TPS, Ahmad Yoni menolak untuk menjelaskannya. Namun ia menyebutkan hal tersebut untuk kepentingan PPK dan PPS.
“Untuk penjelasannya ini sangat panjang, karena ranahnya ranah PPK ini mah. Saya tidak bisa cerita panjang lebar. Saya juga kasian kalau benar ada pemotongan,” pungkasnya. (Sam)

