Tendang Kaleng Uang Manusia Silver, PMII Komnivpam Tuntut Kadinsos Minta Maaf

By
2 Min Read

Video penertiban ‘manusia silver’ oleh Dinas Sosial (Dinsos) Tangerang Selatan (Tangsel) menuai kritik. Pasalnya, saat penertiban itu Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) menendang kaleng uang milik manusia silver dan salah satu oknum pejabatnya berkata kasar saat melakukan penertiban dan pembinaan.

Hal ini pun sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan dikalangan masyarakat, salah satunya dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komnivpam yang menilai tindakan Kadinsos Tangsel tidak etis apalagi sebagai pejabat negara yang mestinya mengayomi.

Atas tindakan itu, pengurus PMII Komnivpam pun mengkonfirmasi ke pejabat Dinsos Tangsel dengan audensi untuk mendapat klarifikasi tersebut di Kantor Dinsos Tangsel, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Rabu (6/10).

“Dalam video 28 detik yang viral itu, serta pemberitaan di media berita terlihat ada tindakan yang sangat tidak etis dilakukan oleh pejabat publik dalam penertiban manusia silver oleh karena itu PMII Komnivpam hadir untuk mendapatkan klarifikasi langsung terhadap permasalahan yang viral tersebut,” ujar Fajar Insani, Ketua Umum PMII Komnivpam.

Usai audensi, ia mengungkapkan bahwa Kadinsos Tangsel mengakui atas perbuatannya, begitu juga timnya yang menggunakan kata kasar.

Bahwa saat kita beraudiensi dengan Kadinsos Tangsel, kita mendapatkan konfirmasi bahwa benar Kepala Dinas Sosial lah yang menendang kotak uang tersebut, namun disebabkan ketidaksengajaan, begitu pula terhadap kata kata yang tidak pantas juga dikonfirmasi keluar dari timnya,” paparnya.

Ia mengatakan atas perbuatan yang dilakukan Kadinsos dan timnya untuk meminta maaf juga kepada manusia silver.

“PMII Komnivpam menuntut Dinas Sosial Tangsel untuk meminta maaf terhadap manusia silver yang bersangkutan. Sebab tindakanya sangat merendahkan harkat dan martabat manusia, juga terkait ucapan yang tidak layak dilakukan oleh pejabat publik,” ucapnya.

Ia pun juga bakal melakukan aksi demonstrasi bila tuntutan tersebut tidak jalankan. “Oleh karena itu kita akan serius untuk memperpanjang permasalahan ini,” tandasnya. (Ham)

Share This Article