Home Berita Pengamen dan Loper Koran Hingga Kepala Sekolah

Pengamen dan Loper Koran Hingga Kepala Sekolah

0

Kerasnya kehidupan, tak melunturkan semangat Suhardi, sosok pendidik tulen yang kini menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) Pamulang.

Jenjang Strata I (SI) ia raih di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang kini berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Ia menempuh masa kuliah sambil mengamen dan menjadi loper koran.

Himpitan ekonomi yang mendera keluarganya, bukan halangan baginya dalam menempuh pendidikan tinggi. Pria kelahiran Pemalang ini, bercerita bahwa pendaftaran awal kuliahnya dibiayai oleh temannya.

Setelah bermukim di kota, ia melanjutkan hidup dengan keliling Lebak Bulus-Blok M-Pasar Senen untuk menjajakan korannya. Terik panas matahari dan guyuran hujan sudah menjadi teman akrabnya.

Sambil menikmati pekerjaannya menjadi tukang loper koran, ternyata Suhardi juga hobi menulis. Beragam tulisannya sering dimuat di koran yang juga ia jajakan.

Tuntutan mencari sesuap nasi tak lantas membuat daya intelektualnya berhenti bekerja. Bahkan Suhardi menuturkan bahwa ia mampu meraih gelar Strata II (S2) di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melalui penghasilan dari tulisannya.

Di tahun 2016 ini, Suhardi telah memasuki tahun ke-9 memimpin MTs N Pamulang. Karirnya dimulai sejak tahun 1997 sebagai guru Bahasa Indonesia. Pada tahun 2002, Ia dipercaya sebagai pimpinan program Education Project kerjasama Indonesia-Australia. Di bawah pimpinan Suhardi, program tersebut menjadi yang terbaik se-Provinsi Banten. Nah, Kebetulan di tahun 2007, ada pergantian Kepala Sekolah MTs N Pamulang, seketika itu Suhardi yang ditunjuk menjadi kepala sekolah. Hal ini mengingat prestasinya yang cemerlang di Education Project tersebut.

Citranya yang sudah dikenal oleh kalangan pendidik tidak lantas menjadikannya menerima amanah tersebut tanpa pikir panjang. Sebelumnya, Suhardi melakukan analisis SWOT atau Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threath (Ancaman).

Analisa SWOT ia gunakan untuk mengukur segala potensi yang mampu dikembangkan di MTs N Pamulang ini.

Suhardi menilai bahwa Pamulang merupakan daerah yang ramah dengan dunia pendidikan, sebab kebanyakan warganya adalah dari kalangan terdidik. Sehingga segala upaya yang sarat dengan pendidikan akan disambut baik oleh masyarakat Pamulang.

Buktinya kini, Suhardi mampu membawa nama baik MTs N Pamulang hingga skala internasional. Pria yang menempuh pendidikan Strata III (S3) di Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor ini patut menjadi suri tauladan. Bahwa derasnya ombak kemiskinan bukanlah alasan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. (Muf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here