Home Berita TRUTH Soroti Kasus Potongan Kredit PNS di Pondok Aren yang tak Disetor...

TRUTH Soroti Kasus Potongan Kredit PNS di Pondok Aren yang tak Disetor ke Bank

0

Kasus dugaan pemotongan gaji PNS yang tak disetorkan ke bank oleh oknum bendahara Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial YN alias U, disoroti sejumlah kalangan.

Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH), Suhendar mengatakan munculnya oknum pejabat di Kecamatan Pondok Aren, mengindikasikan pengawasan dan penegakan disiplin PNS rendah.

“Padahal berdasarkan ketentuan yg berlaku (UU ASN), atasan dalam hal ini camat, wajib melakukan penilaian secara objektif mengenai pengembangan PNS sekaligus sebagai persyaratan dalam pengangkatan jabatan, kenaikan pangkat, pemberian tunjangan, mutasi, promosi, sanksi dan pendidikan pelatihan,” kata Suhendar.

Apabila ada PNS yang tidak memenuhi target kinerja, maka harus diberikan sanksi administratif hingga pemberhentian statusnya sebagai PNS. Adanya kejadian itu, lanjut Suhendar, maka basis pengangkatan jabatan, kenaikan pangkat, pemberian tunjangan, mutasi, promosi dan pendidikan pelatihan di Kecamatan Pondok Aren tidak jelas.

“Pada posisi ini, bertendensi menyalahi ketentuan yg berlaku. Bisa jadi di SKPD lain juga demikian. lantas apa saja yg dikerjakan oleh badan kepegawaian daerah?,” ucapnya.

Perbuatan oknum PNS Kecamatan Pondok Aren, menurutnya, sudah termasuk berindikasi pelanggaran tindak pidana penggelapan.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP, jika memang terbukti hukumannya paling lama empat tahun penjara,” tandasnya.

Ketua Komisi l Bidang Pemerintahan pada DPRD Kota Tangsel, Taufik M Amin menyayangkan adanya oknum bendahara Kecamatan Pondok Aren yang diduga melakukan penggelapan setoran uang cicilan pegawai yang bekerja di kecamatan tersebut. Politisi partai besutan Prabowo Subianto itu pun meminta agar Pemkot membereskan sistem penggajian dan administrasi lebih baik lagi.

Menurutnya, sistem potongan atau kegiatan pegawai yang berkenaan dengan keuangan harus melalui sistem perbankan. Dengan begitu, pegawai yang menangani masalah tersebut cukup dengan menyetorkan data pada pihak-pihak.

“Jadi sistem kontrol arus administrasi keuangan pegawai pemkot di level yg terendah sekalipun dapat terkontrol dengan baik,” ungkapnya.

Dijelaskan Taufik, jika ada kesalahan yang dilakukan secara disengaja oleh oknum bendahara yang berstatus PNS di Kecamatan Aren, pastinya ada sanksi tegas sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang mengatur sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tersebut.

“Pemkot harus tegas dalam hal ini agar disiplin aparatur di semua tingkatan dapat di tegakkan. Bukan hanya pegawai yang ada di level rendah, ini juga harus di tegakan di level yang lebih tinggi lagi,” kata Taufik.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum PNS yang menjabat bendahara kecamatan, diduga tidak menyetorkan potongan kredit milik pegawai ke bank yang uang disalah satu bank yang ada di Tangsel.

Mencuatnya YN alias U tidak menyetorkan cicilan kredit di pada bank yang ada di Tangsel, setelah salah seorang staf di kecamatan tersebut mengungkapkan kepada media.

“Tiga bulan uang cicilan kredit saya tidak distor ke bank. Saya jadi bingung, padahal cicilan saya sudah dipotong oleh bendahara kecamatan. Dan itu dilakukan tiap bulan saat saya terima honor,” kata staf kecamatan di Pondok Aren, Kamis (23/6) pekan lalu.

Sementara Plt Camat Pondok Aren, Makum Sagita mengatakan, YN sudah diistirahatkan dari posisinya sebagai bendahara kecamatan. Tujuan di istirahatkannya YN, dengan catatan agar dia memiliki kesadaran. Namun, kata Makum, dengan diistirahatkannya YN, malah tidak pernah masuk kerja.

“Saya juga sudah memintai pertanggungjawaban dia selama dia menjabat, tapi dia tak pernah ke kantor,” paparnya.

Bahkan, pihaknya pun sudah mengirimkan surat kepada YN, akan tetapi, justru surat yang disampaikan kepada YN balik lagi ke kantor kecamatan. “Masalah ini juga sudah kita laporkan ke BKPP Tangsel. Karena mereka yang mempunyai kebijakan,” tandas Makum. (Dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here