Home Berita Balai Karantina Identifikasi Lobster yang Digagalkan Polda Metro Jaya

Balai Karantina Identifikasi Lobster yang Digagalkan Polda Metro Jaya

0
SHARE

Badan karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan lakukan identifikasi jenis terhadap 495 ekor jenis Lobster dan benih lobster yang berhasil dicegah pengirimannya oleh Polda Metro Jaya di kawasan Dadap Indah, Tangerang tanggal 31 Agustus 2016 lalu.

Ratusan ekor lobster yang berhasil diamankan oleh petugas itu, berawal dari tertangkapnya pelaku yang kedapatan membawa 60 ekor lobster berukuran dibawah 200 gram (undersize).

Setelah dilakukan penggeledahan di tempat tinggal pelaku, ditemukan ratusan lobster dengan berat di bawah 200 gram dalam keadaan hidup. Sehingga total jumlah lobster undersize yang berhasil diselamatkan sebanyak 495 ekor. Selain itu, petugas juga menemukan sebanyak 600 ekor benih lobster dalam keadaan mati.

Kepala BKIPM, Rina menjelaskan, BKIPM melalui Balai Besar KIPM (BBKIPM) Jakarta I Bandara Soekarno-Hatta melakukan pengindentifikasian terhadap ratusan lobster tersebut. Hasil identifikasi menyebutkan bahwa terdapat 3 jenis Lobster yang terdiri dari, jenis Pasir sebanyak 413 ekor, jenis Batu sebanyak 79 ekor dan jenis Batik sebanyak 3 ekor.

“Penangkapan dan pengidentifikasian ini merupakan hasil komunikasi dan kerjasama yang baik antara BKIPM dengan Polda Metro Jaya,” ungkap Rina melalui keterangan tertulisnya yang diterima tangerangonline.id, Kamis (15/9/2016).

Sementara itu, Kepala Balai Besar BKIPM Jakarta I Bandara Soekarno-Hatta Siti Chadidjah mengatakan, ratusan Lobster yang belum layak dilalulintaskan atau diperjual belikan tersebut akan segera dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

“Ratusan ekor Lobster undersize tersebut masih kita titipkan disuatu tempat, dan besok (Jumat, 16/9/2016) akan kita lepas liarkan ke Perairan Serang,” ujar Siti.

Pelaku saat ini tengah menjalani proses hukum dengan Dit Reskrim Polda Metro Jaya. Akibat perbuatannya, kepada pelaku disangkakan telah melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 01 permen KP 2015 tentang penangkapan Kepiting, Lobster dan Rajungan.

Terkait dengan pidana hukumannya, pelaku terancam pada pasal 88 juncto pasal 16 ayat 1 Undang-Undang nomor 31 Tahun 2004 juncto Undang-Undang nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman pidana paling berat 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here