Home Berita Pemkab Tangerang Fasilitasi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa

Pemkab Tangerang Fasilitasi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa

0

Belasan Desa di Kabupaten Tangerang mendapatkan pembinaan dan pelatihan  pengelolaan badan usaha milik desa (BUMdes) selama dua hari dari Selasa (29/11/2016) kemarin, sampai sekarang.

“Sebanyak 18 Desa di Kabupaten Tangerang mendapatkan pembinaan dan pelatihan pengelolaan badan usaha milik desa (BUMdes) yang dilakukan oleh Politeknik Keuangan Negara STAN,” papar Kabid pembangunan desa BPMPPD Tipna Purnama, saat memberikan materi terhadap belasan Desa yang sedang mengikuti pelatihan, Rabu (30/11/2016).

Selaku penyelenggara acara tersebut, Pemkab melalui pihaknya berharap agar BUMdes di Kabupaten Tangerang bisa berkembang sebagai usaha untuk kemajuan Desa.

Pelatihan yang digelar selama dua hari ini, dilaksanakan di Aula kantor Badan pemberdayaan masyarakat perempuan dan pemerintahan desa (BPMPPD), ke 18 Desa tersebut, diantaranya merupakan desa yang menginginkan  adanya pembentukan Bumdes, karena Bumdes dinilai bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Diantara desa yang mengikuti pelatihan adalah, Desa Bunar, Serdang Kulon, Talagasari, Sodong, Munjul, Sempora, Peusar, Pasilian, Cikupa, Kedung, Cicalengka, Lengkong Kulon, Sodong, Kadu Curug.

Kabid pembangunan desa BPMPPD Tipna Purnama mengatakan, dari 246 Desa yang ada baru 18 Desa yang memiliki keinginan untuk mendirikan Bumdes,” kami terus mendorong agar semua desa bisa mendirikan Bumdesn  karena Bumdes bisa mendorong terciptanya ekonomi yang bisa mensejahterakan masyarakat desa itu sendiri,”ujarnya.

Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Keuangan (BPPK) H. Panda Setia menjelaskan, bahwa pelatihan dan pembinaan kali ini merupakan program yang bersifat pelatihan dan workshop, kepada Desa yang memiliki keinginan untuk membangun Desanya lewat usahanya.” Karena belum mempunyai konsep, ada beberapa indikator yang harus dimiliki Desa adalah keinginan, komitmen, SDM, dan pengabdian sosial,” ujarnya.

Dalam hal ini, bila niat saja tidak akan cukup, bila tidak dibarengi dengan komitmen. Ketika Bumdes sudah berdiri maka tinggal bagaimana caranya mengelola dan menggali potensinya.

Nantinya kalau Bumdes berdiri, lanjut Panda Setia, akan memberikan keuntungan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa itu sendiri.

Untuk mendset Kades yang kurang bagus harus mulai dirubah dari sekarang, ketika kemandirian desa itu terwujud maka desa tersebut  bisa menjadi desa yang maju dan tidak ketergantungan pada bantuan dana Pemerintah. “Kami yakin desa di Kabupaten Tangerang, setelah diberikan pelatihan dan pembinaan, kedepannya akan menjadi desa yang mandiri, karena jika pembangunan infrastrukturnya sudah tuntas, maka desa wajib melakukan pemberdayaan dengan usaha, untuk mengurangi pengangguran,” tambahnya.

Sementara, Kades Munjul Anih menyambut baik program workshop yang digelar oleh Politekhnik Keuangan Kegara STAN. Menurutnya sudah saatnya desa memiliki Bumdes yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat desa.” Kami optimis program Bumdes bisa berjalan lancar, dan akan berdampak terhadap kemajuan Desa maupun Masyarakat,” pungkasnya. (Yan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here