Home Berita Inspektorat Tagih SPJ Dana Hibah 2016 KONI Tangsel

Inspektorat Tagih SPJ Dana Hibah 2016 KONI Tangsel

0

Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengingatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel agar segera menyelesaikan surat pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan dana hibah 2016.

Demikian ditegaskan Inspektur Pembantu Wilayah III Kota Tangsel, Dani Bina Satria saat rapat koordinasi audit internal yang diselenggarakan oleh KONI Tangsel di Resto Remaja Kuring, Setu, Tangsel, Sabtu (10/12/2016).

Dikatakan Dani, KONI pada tahun ini mendapatkan dana hibah sebesar Rp 5 miliar. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan SPJ dari KONI, padahal batas penyerahan SPJ adalah 10 Januari 2017.

“Si penerima hibah harus mempertanggungjawabkan kepada pemberi hibah, melaporkan sesuai peraturan dan menjalankan apa yang sudah tertulis,” kata Dani.

Baginya, kegiatan rapat koordinasi merupakan langkah baik untuk meminimalisir kesalahan, terutama SPJ setiap cabang olahraga yang diberikan ke KONI lalu ke pihak Inspektorat.

“Kita mempunyai tugas sebagai pemeriksa dan auditor, juga sebagai pembina. Ada itikad baik terhadap KONI untuk melakukan hal benar. Namanya kesalahan pasti ada, hakekat manusia pasti pernah melakukan kesalahan tapi apakah fatal atau tidaknya dalam kesalahan itu, untuk saat ini masih normal,” ujarnya.

Sementara, Rita Juwita, Ketua KONI Tangsel mengatakan, rakor ini terkait penyegaran dari inpektorat Tangsel supaya KONI dan cabor tidak ada kesalahan. Baginya, rencana dan kegiatan yang bagus tapi tidak diikuti dengan laporan yang benar, dapat mengundang dampak buruk.

Dia juga menyebutkan, tahun ini KONI Tangsel mendapatkan dana hibah sebesar Rp 5 miliar, sedangkan untuk tahun 2017 akan mendapatkan Rp 6 miliar.

“Tahun ini anggaran KONI sendiri mencapai Rp 5 miliar berbeda dengan Kota Serang yang mencapai Rp 10 miliar. Rp 5 miliar tersebut untuk 45 cabang olahraga di Tangsel, baik di KONI maupun cabor berjalan dengan lancar, katanya untuk 2017 nanti naik Rp 1 miliar menjadi Rp 6 miliar,” sebutnya.

Meski rencana ada peningkatan, masih kata Dani, apabila laporan tersebut berjalan molor Inspektorat akan mempertimbangkan ulang pemberian hibah pada berikutnya. “Bagaimana mau diberikan? Yang sebelumnya saja belum selesai,” tandasnya. (DK).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here