Home Berita Atraksi Barongsai Sambut Pengunjung Terminal 3 Bandara Soetta

Atraksi Barongsai Sambut Pengunjung Terminal 3 Bandara Soetta

0

Penumpang atau pengguna jasa di area keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), dihibur oleh atraksi Barongsai tonggak yang tergabung dalam komunitas Kong Ha Hong Indonesia.

Pengunjung maupun pengguna jasa Bandara yang baru tiba di Terminal 3 maupun yang sedang menunggu penerbangan tampak antusias menyaksikan atraksi tersebut.

Komunitas yang baru pertama kali tampil di Bandara ini terlihat bermain bersama properti tonggak yang menjulang serta menantang. Adapun profesionalitas pemain tidak diragukan lagi karena telah meraih gelar juara dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional.

Senior General Manager Bandara Soetta, M. Suriawan Wakan mengatakan, hiburan pertunjukan barongsai ini bertujuan untuk memeriahkan tahun baru Imlek yang kerap menjadi momen keluarga untuk berlibur menghabiskan waktu bersama.

“Ini merupakan salah satu kegiatan rutin manajemen bandara Soetta dalam memperingati hari-hari besar nasional, termasuk kita semalaman tahun baru Imlek 2017,” kata Wakan, Kamis (26/1/2017).

Wakan menambahkan, di tahun ini rangkaian acara lebih panjang karena sudah dimulai H-2 tahun baru Imlek. Untuk ornamen pihaknya mengaku sudah lama memasang, namun Barongsai baru dimulai dari sekarang.

“Nanti juga akan ada lagi hiburan serupa di tanggal 28 Januari dan 5 Februari. Pengguna jasa juga diberi fasilitas photobooth gratis serta baju cheongsam yang ada di Terminal 1,2 dan 3. Kita akan berikan cetakan foto beserta frame secara gratis,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Komunitas Kong Ha Hong, Ronald Syarif menuturkan, aksi ini adalah yang pertama ditampilkan di Bandara Soetta. Barongsai yang pernah tampil di istana ini belajar dari Malaysia dan Tiongkok yang diundang untuk melatih.

“Uniknya kami barongsai ini tidak membeda-bedakan agama, gender dan ras. Siapa saja boleh ikut berlatih dan bergabung,” katanya.

Ronald pun merasa kagum bisa bermain di pintu gerbang Indonesia ini. Ia berterima kasih kepada pemerintah yang saat ini memperbolehkan barongsai dimainkan di indonesia karena selama 32 sempat dilarang zaman orde baru.

“Kita juga sudah masuk KONI. Dalam penilaian atraksi barongsai ada yang harus diperhatikan yaitu budi pekerti, kerjasama kepala dan buntut, kerjasama barongsai dan musik, ekspresi serta kesulitan loncat,” tandasnya. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here