Home Berita Masyarakat Harus Paham Pangan Sehat

Masyarakat Harus Paham Pangan Sehat

0

Maraknya peredaran pangan dan obat yang mengandung zat kimia atau yang sudah kedarluasa di wilayah Tangerang membuat BPOM Serang beserta DPR RI terus gencar memberikan pemahaman kepada masayarakat agar tidak salah dalam membeli dan mengosumsi makanan dan obat, di Kantor Kecamatan Curug Lama, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/10/2017).

Anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea mengungkapkan masyarakat harus betul memahami makanan yang bersih dan obat-obatan layak di konsumsi itu seperti apa.

“Disini saya dan Kepala BPOM Serang memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat Tangerang khususnya Kabupaten Tangerang,” katanya setelah memberikan materi pangan yang sehat.

Dewan asal daerah pemilihan (Dapil)  Banten ini melanjutkan, hal yang harus ditekankan kepada masyatakat jika membeli sebuah produk makanan atau obat, harus diperhatikan dari kemasan yang mengacu kepada, Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada label, pastikan memiliki izin edar dan cek masa kadarluwarsanya (KLIK).

Lebih lanjut dirinya, dengan pemahaman edukasi tersebut, kedepannya masyarakat juga bisa mengantisipasi untuk membeli suatu pangan. Hal yang terpenting saat ini dengan wilayah Tangerang yang cukup luas, seharusnya ada Kantor UPT BPOM di Tangerang.

“Saya mendorong balai POM untuk memiliki kantor yang terkonsentrasi di Tangerang, karena kalau hanya ada di Provinsi Banten jangkauannya tidak optimal,” ujarnya.

Marinus mencontohkan, saat ini dari wilayah yang ada di Banten, produksi makanan dan obat-obatan di Tangerang berada dirangking tertinggi, karena beragam industri makanan serta obat-obatan baik skala rumah tangga hingga pabrikan hadir di Tangerang Raya. Sementara saat ini, jumlah sumber daya manusia BPOM Banten yang terbatas tidak akan optimal melakukan pengawasan jika hanya ada satu kantor di Serang, Banten.

“Kita bersyukur usulan saya tadi direspon kepala BPOM Banten, mereka akan mengusulkan ke BPOM Pusat untuk membuka satu kantor UPT di Tangerang,” tambahnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menekankan, soal pengawasan makanan dan obat memerlukan peran aktif dari masyarakat, sehingga jika ada makanan atau obat yang kadaluarsa atau tidak memiliki izin edar, masyarakat diminta untuk segera melapor.

“Bisa melapor langsung ke BPOM atau juga ke kami di Komisi IX DPR RI,” jelasnya.

Ditanya awak media lokasi kantor UPT BPOM di Tangerang akan dibangun diwilayah mana, Marinus menjawab akan membangun komunikasi terlebih dahulu dengan tiga kepala daerah di Tangerang.

“Bisa di Kabupaten, bisa di Kota Tangerang atau Tangsel, kita jalin komunikasi dulu dengan para kepala daerah di Tangerang,” tukasnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here