Home Berita HIPMI Resah Reklame Diduga Liar

HIPMI Resah Reklame Diduga Liar

0

Sejumlah pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tangerang Selatan, Banten resah dengan maraknya tiang bilboard yang diduga tidak berizin di Kota Tangerang Selatan. Keberadaannya dinilai menganggu iklim usaha, khususnya bisnis periklanan.

 

“Iya kita mengajukan izin, eh ada pengusaha periklanan yang dibiarkan mendirikan tiang reklame tanpa berizin. Ini bagaimana hukumnya. Tidak fair namanya,” ujar Sekretaris Umum BPC HIPMI Tangsel M. Istijar Nusantara.

Direktur Utama CIMKO Advertising Group ini mempertanyakan tindakan pemerintah dengan maraknya tiang reklame yang diduga tidak berizin. “Coba saya tanya, ini reklame marak dibiarkan saja, lantas kemana pemerintahannya? Kalau ada, ya ditindak dong, dengan tegas, jangan didiemin aja. Ini kesannya didiemin, kaga ditebang-tebang. Apa takut Pemkot Tangsel?,” tutur pria yang juga wakil ketua PWI Tangsel ini.

Dia memberikan contoh, ketika dirinya ingin mendirikan tiang reklame di kawasan Rawa Buntu dengan mengajukan proses perizinan resmi dan membawa semua persyaratan yang dibutuhkan, namun ditengah jalan terdapat pengusaha advertising yang dengan sengaja mendirikan tiang reklame di depan titiknya dan diduga tidak berizin.

“Saya sudah mengajukan izin prosesnya, prosedurnya saya jalani. Sudah saya sewa tanahnya. Anda tahu kan sewa tanah untuk reklame di kawasan Rawa Buntu, BSD berapa? Tetapi tiba tiba ada orang yang mendirikan tiang persis di depan titik saya, tanpa mengajukan izin, apa tidak kesal?” katanya.

Dia berpendapat, reklame tidak berizin di Kota Tangsel merupakan potensi dari kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Bagaimana bayar pajak, izin saja tidak. Lantas bayar pajak? Ya dipastikan tidak,” tuturnya.

Karena itu, dia meminta Pemerintah Kota Tangsel untuk segera bertindak tegas kepada tiang tiang reklame yang tidak berizin. Dia meminta agar Pemerintah Kota Tangsel segera membentuk Tim Pengendali Reklame untuk menindak tegas reklame liar yang marak saat ini. “Tebangi semua. Tegakan peraturan yang jelas, dan buat iklim usaha yang kondusif, bentuk segera Tim Pengendali Reklame,” pintanya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel Ahmad Syauki menyayangkan maraknya reklame liar di Kota Tangsel. Dia berjanji akan bertindak yakni dengan memanggil dinas dinas terkait. “Ini masukan yang bagus. Akan kami tindaklanjuti dan akan kami coba panggil dinas-dinas terkait mengapa marak reklame liar. Ini merugikan pemerintah Tangsel pastinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangsel Yoga mengakui bahwa saat ini marak reklame tidak berizin. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantara belum adanya tim pengendali reklame. “Iya marak, karena tim pengendali reklame saat ini tidak ada,” tuturnya.

Dia mengaku resah juga dengan maraknya reklame liar ini. “Ini sangat meresahkan,” tandasnya. (Irn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here