Home Berita Hadiri Misa Requirem, Ananta Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Korban Teror

Hadiri Misa Requirem, Ananta Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Korban Teror

0

Salah seorang korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Tercela Surabaya, Minggu (13/5/2018) lalu, Ny Legita Lim (56) yang merupakan warga Kota Tangerang dikremasi, Rabu (16/5/2018) di rumah duka, Oasis Bitung, Tangerang.

Masyarakat dan keluarga besarnya di Tangerang melayat serta berbelasungkawa. Seperti Anggota DPRD Provinsi Banten, Ananta Wahana yang hadir dalam acara misa requirem, Selasa (15/5) sore.

Dia mengungkapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Ananta juga mengucapkan permohonan maaf, apabila dalam mengurus kepulangan jenazah korban dari Surabaya ke Kota Tangerang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ibu Legita Lim korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Surabaya. Kami atas nama DPRD Provinsi Banten juga mohon maaf yang sedalam-dalamnya, apabila dalam proses pemulangan jenazah kurang mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah. Kami berdoa dan percaya Alhm Ibu Legita Lim telah mendapat tempat baik bersama Allah Bapa di surga,” ucap Ananta Wahana.

Menurut salah seorang keluarganya, korban pergi ke Surabaya sejak Sabtu (12/5), karena sedang ada kegiatan promisi batik Cirebon di Plaza Tunjungan Surabaya. Pada saat hari minggu, karena korban adalah orang Nasrani, korban mengikuti misa di gereja yang menjadi sasaran pelaku bom. Korban terkena ladakan bom ketika sudah berada di luar gereja setelah mengikuti ibadah misa.

Pada saat kejadian tersebut, anak korban, Max Prawira, yang berada di Kota Tangerang mendengar jika ada kejadian peledakan bom di sebuah gereja katholik di Surabaya. Namun, mendiang ibu yang dikenalnya paling aktif berkomunikasi, memberikan infornasi, lewat telpon setiap kali melihat kejadian di tempat ia berada, tidak ada kabarnya. Dan, pada saat sang ibu dtelpon pun tidak ada jawaban. Dari situlah, Max segera bergegas memesan tiket pesawat untuk terbang ke Surabaya, mencari lokasi gereja yang terkena serangan bom. Sampai di lokasi, ternyata firasatnya benar, ibunya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa menjadi korban ledakan bom. (Kor)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here