Home Berita Sembilan Pilot Lion Air Group Ditahan Polisi, Ada apa?

Sembilan Pilot Lion Air Group Ditahan Polisi, Ada apa?

0

Sembilan penerbang atau Pilot serta satu orang karyawan Lion Air Group dilaporkan ke pihak berwajib. Mereka diduga melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) berupa pemalsuan surat – surat dokumen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic of Lion Air Group. Ia mengatakan, sepuluh orang tersebut kini telah ditahan pihak Kepolisian.

“Lion Air Group melaporkan kepada pihak kepolisan adanya dugaan perbuatan oknum atas pemalsuan kop surat, tanda tangan dan stempel perusahaan yang diwujudkan menjadi sebuah dokumen personalia yaitu surat lolos butuh atau referensi kerja,” ujar Danang dalam keterangan tertulisnya yang diterima tangerangonline.id, Selasa (22/5/2018).

Menurut Danang, pada saat dilakukan pemalsuan dokumen dimaksud, diduga telah bekerja sama dengan pihak lain. Dalam hal ini karyawan internal Lion Air Group atau pihak ketiga lainnya, yang saat ini masih dalam proses penyidikan.

“Sembilan pilot dan satu karyawan tersebut tidak menyelesaikan kewajiban – kewajiban kepada management, sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja Lion Air Group,” ujarnya.

“Namun, mereka telah menggunakan dokumen kepegawaian yang seolah – olah asli untuk dapat bekerja di perusahaan penerbangan lain,” tambahnya.

Ia menegaskan, bahwa setiap awak pesawat apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas selesai, wajib menyelesaikan ketentuan atau kewajiban yang telah disepakati. Salah satunya biaya pelatihan.

“Jika kewajiban itu tidak diselesaikan, maka dapat merugikan perusahaan,” ujar Danang.

Para pilot tersebut terdiri dari, BP (30), GA (30), APP (24), EI (26), IT (47), ANR (32), AFD (31), FS (31), OM (35) serta seorang karyawan bernama TB (31).

Danang menjelaskan, pihaknya terus melaksanakan pengecekan kepada setiap awak pesawat atau karyawan karyawati yang telah mengundurkan diri dari lingkungan Lion Air Group.

“Apabila belum menyelesaikan kewajibannya dan sudah bekerja di perusahaan lain yang kemungkinan menggunakan dokumen personalia palsu, maka Lion Air Group akan melaporkan ke pihak yang berwajib,”imbuhnya.

“Kami telah bekerja sama dengan pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan terhadap penggunaan dokumen yang di dalamnya mengandung sistem ketidakbenaran atas suatu hal,” pungkasnya. (Rmt)