Beranda Berita GO-JEK Bakal Kaji Ulang Sistem Suspend Pengemudi

GO-JEK Bakal Kaji Ulang Sistem Suspend Pengemudi

0

Perusahaan penyedia jasa berbasis aplikasi GO-JEK bakal mengkaji ulang sistem suspend atau penghentian sementara dan pemutusan kerja dari perusahaan ke para mitra pengemudi.

Melansir laman iqplus info, pihak GO-JEK tengah menelaah kriteria pelanggaran berdasarkan masukan dari mitra pengemudi.

“Dari sistem suspend lama, tingkat pelanggaran kecil, sedang, berat memang sedang dikaji ulang. Upaya tersebut turut mendengar masukan dari komunitas (pengemudi) juga,” kata Vice President (VP) Corporate Affairs GO-JEK Michael Say dalam laman tersebut.

Ia mengatakan, banyak pihak kerap salah kaprah dalam merespon kebijakan penghentian sementara dan pemutusan kemitraan perusahaan ke pengemudi.

“Persepsi yang salah, GO-JEK melakukan suspend secara sepihak. Itu tidak benar, karena kebijakan yang dibuat selalu berdasarkan perjanjian kerja yang disetujui bersama,” terang Michael.

Ia menerangkan, perjanjian kemitraan antara pengemudi dan perusahaan jelas menyebut tindakan yang diperbolehkan dan dilarang.

“Tiap ada sesi tatap muka dengan mitra pengemudi, kami pun selalu mengedukasi tiga pilar pelanggaran (kecil-sedang-berat). Informasi itu juga terbuka untuk publik,” tambahnya.

Banding Mitra pengemudi, menurut Michael, selalu diberi kesempatan banding atau memberi penjelasan mengenai pelanggaran yang dilakukan.

“Pembelaan selalu ada untuk mitra pengemudi,” sebut Michael.

Ia menyebut, mitra yang terkena penghentian sementara dan pemutusan kerja diberi kesempatan untuk memberi penjelasan dengan mendatangi kantor perwakilan GO-JEK di wilayah masing-masing.

“Ada pengecualian, untuk mereka yang melakukan pelanggaran berat dan terkena suspend berupa pemutusan kemitraan, kami tidak bisa membuka akunnya kembali,” jelas Michael.

Pelanggaran berat yang dimaksud, antara lain aksi kriminal, dan penggunaan aplikasi lain yang merusak sistem GO-JEK seperti GPS palsu untuk mendapatkan banyak penumpang.

“Penggunaan sistem lain seperti fake GPS itu perilaku curang. Kecurangan itu dapat merusak sistem kita,” pungkas Michael.(iqp/Kor)