Home Berita Disegel, Minimarket di Jelupang Tetap Buka

Disegel, Minimarket di Jelupang Tetap Buka

0

Minimarket Alfamidi di Jalan Villa Melati Mas, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, toko tersebut tetap beroperasi seperti biasa.

Saat dikonfirmasi kepada Muchsin selaku Kepala Seksi Penyidikan dan Pengawasan Bidang Penegakan Perundang-Undangan pada Satpol PP Tangsel menjelaskan, pihaknya hanya melakukan penyegelan terkait permasalahan gedungnya yang belum memiliki IMB. Sedangkan terkait usahanya yang masih berjalan itu bukan kewenangan pihaknya, melainkan kewenangan dinas terkait, Disprindag.

“Masalahnya, dinas terkait sudah melakukan peringatan belum, sudah melakukan pengawasan belum, kalau dia sudah melakukan pengawasan, dia sudah memberikan peringatan 1, 2 dan 3, baru dinas terkait meminta melakukan penutupan usahanya, kalau kita kan penyegelan terkait pembangunannya saja,” ungkap Muchsin di ruang kerjanya, di Kantor Satpol PP Tangsel, Jalan Raya Puspitek Nomor 1, Kecamatan Setu.

Lanjut Muchsin, untuk itu pihaknya akan memberikan surat pemberitahuan kepada dinas terkait, bahwa pada saat melakukan penegakan peraturan ada aktivitas minimarket.

“Kemudian kita serahkan ke dinas terkait (Indag) sesuai tupoksinya, karena kita tidak mungkin bersebrangan, dia belum melakukan pembinaan, masak kita tindak,” pungkasnya.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paradigma Baru Kota Tangsel bidang Community Development & Coorporate Social Responsibility Noorkhaidillah Nasution menanggapi, hal tersebut mengindikasikan sikap Satpol PP Tangsel yang tebang pilih.

“Yang namanya disegel itu kan berarti sesuatu itu ilegal, harus berhenti, diselesaikan dulu baru silahkan beroperasi lagi,” tegas Noorkhaidillah yang akrab disapa Dillah, saat ditemui di seputaran BSD City.

Dillah juga memastikan akan mengawal persoalan ini. Dia menganggap sikap Satpol PP Tangsel yang tak tegas dapat memberi peluang terjadinya permainan oknum-oknum orang dalam.

Senada dikatakan Bambang, salah satu masyarakat, menilai dan menanggapi penyegelan yang dilakukan pihak Satpol PP Kota Tangsel itu. Menurutnya buat apa ada penyegelan dari pihak Satpol PP, tapi usahanya masih tetap beroperasi. “Yang namanya disegel itu kan berarti sesuatu itu ilegal, harus berhenti, diselesaikan dulu baru selahkan beroperasi lagi,” ungkap Bambang.

Hingga informasi ini disampaikan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak perusahaan Alfamidi, terkait tanggapan atas disegelnya salah satu gerai milik perusahaan tersebut.(Ban)