Beranda Berita Tangkal Serangan Hacker, Diskominfo Tangsel Bimtek Keamanan Jaringan

Tangkal Serangan Hacker, Diskominfo Tangsel Bimtek Keamanan Jaringan

0

Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar bimbingan teknis terkait keamanan jaringan dan pengelolaan keamanan jaringan. Bimtek tersebut untuk menunjang kinerja pegawai di lingkup Pemkot Tangsel, termasuk menangkal serangan hacker terhadap keamanan sistem informasi berbasis internet.

Bimtek digelar di Aula lantai 4 Balaikota Tangsel, Ciputat, Jl Maruga Raya No. 1, Serua, Ciputat, Rabu (13/2/2019).

Plt Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Fuad, menjelaskan, kegiatan ini dilakukan melihat situasi dan kondisi yang berkembang, tahun 2017 lalu situs web pemkot Tangsel diserang, lanjutnya, maka perlu adanya pelatihan dan pembekalan bagi operator pemerintah.

“Mereka harus diajari bertahan dari serangan hacker, tapi bukan menjadi penyerang,” ungkapnya.

Penyerang ini tidak hanya menyerang situs web saja, namun aplikasi sisumaker, simral dan lainnya pun terkena hack. Menyikapi hal tersebut, di era global saat ini keamanan sistem informasi berbasis internet menjadi suatu keharusan untuk diperhatikan. Ini karena jaringan komputer dan internet yang mudah diserang itu sifatnya global dan tidak aman. Saat data terkirim dari satu komputer ke komputer lain akan memberi kesempatan pada user internet lain untuk menyadap atau mengubah data tersebut.

Untuk itulah, perlu adanya keamanan sistem informasi data global yang sifatnya komprehensif. “Kami harus paham tidak ada satupun sistem komputer yang bisa diamankan 100 persen. Yang tepat kami hanya bisa mencegah dan mempersulit pihak lain yang hendak mengganggu sistem yang ada,” katanya.

Bahkan Fuad mengingatkan, data dan informasi yang dimiliki harus dipastikan aman dan tidak bisa diakses oleh orang lain. Hal ini bisa dilakukan dengan memberi kode khusus atau yang biasa disebut password. Password inipun harus benar-benar aman, misalnya dengan menggunakan variasi angka dan huruf minimal 8 karakter, dan dalam beberapa kurun waktu harus diganti agar password atau data yang dimiliki benar-benar aman. “Password tersebut tidak boleh diberikan kepada orang lain, karena kebiasaan kita yakni menitip password agar tidak lupa, padahal itu yang tidak boleh dilakukan,” jelasnya.

Sementara Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menjelaskan, pentingnya menjaga keamanan jaringan. “Persoalan keamanan jaringan ini bisa terjadi dari pihak luar, dan dari kita sendiri,”ungkapnya.

Tantangan kominfo untuk membuat system yang lebih canggih lagi, sehingga bisa bertahan dari serangan hack. (ris)