Home Berita Program Gebrak Pakumis di Rajeg Peletakan Batu Pertama

Program Gebrak Pakumis di Rajeg Peletakan Batu Pertama

0

Camat Rajeg, Ahmad Patoni secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni bagi masyarakat Kampung Cambai RT03/05, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Tangerang Kabupaten (Tangkab), Senin (7/10/2019).

Camat Rajeg, Ahmad Patoni mengatakan, ada 50 rumah tidak layak huni melalui Bantuan Stimulan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (BSR2TL) atau yang lebih dikenal dengan Program Gebrak Pakumis dari Dinas Perkim Tangkab.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Unit Pengelola Kegiatn (UPK) Kecamatan Rajeg yang sudah mau bekerja memperjuangkan warga rajeg untuk pembangunan rumah sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Saya berharap perlahan namun pasti seluruh masyarakat akan menikmati tinggal di rumah yang layak huni sesuai standar kesehatan,” ucapnya.

Camat Rajeh menghimbau kepada warga penerima manpaat agar menjaga dan merawat rumah dari kebersihan lingkungan supaya nyaman, dan sehat.

Ketua UPK Kecamatan Rajeg, H.Abdul Hasan mengatakan, di desa tersebut ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal dirumah tidak layak huni, yang tersebar di tujuh beberapa RW. Sehingga diharapkan sejumlah program bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, bisa bermanpaat bagi si penerima.

“Bantuan Stimulan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (BSR2TL) atau yang lebih dikenal dengan program Gebrak Pakumis, dengan sinergisitas semua unsur muspika hingga warga penerima manpaat , diharapkan bisa membantu warga yang kurang mampu memiliki rumah layak huni dan sehat,” jelasnya.

H.Hasan mengatakan, bedah rumah hasil swadaya Muspika Kecamatan Rajeg sekitar 70 rumah yang sudah dibedah, dan ini murni kerjasama UPK dan Muspika.

“Hasil swadaya UPK dan Muspika Kecamatan Rajeg diantaranya, desa lembangsari 1 rumah, desa pangarengan 2 rumah, desa ranca bangao 1 rumah, deaa tanjakan mekar 1 rumah, desa sukasari 59 unit rumah. Bedah rumah tidak layak huni menjadi layak huni, anggarannya murni hasil swadaya,” terangnya. (Sam)