Home Bandara Kembangkan Bandara Kualanamu, AP II Bakal Bangun Gedung Terminal & Runway Baru

Kembangkan Bandara Kualanamu, AP II Bakal Bangun Gedung Terminal & Runway Baru

0

Bandara Internasional Kualanamu (KNO) di Deli Serdang, Sumatera Utara bakal memiliki Gedung Terminal baru dan landas pacu (Runway) kedua.

Selaku pengelola, PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mencari mitra strategis (strategic partnership) untuk mewujudkan pengembangan Bandara kedua terbesar setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu.

Bahkan, Bandara KNO ditargetkan menjadi Regional HUB di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Cina dan Timur Tengah serta memperkuat konektivitas domestik.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, Bandara Kualanamu akan dikembangkan baik disisi darat (landside) maupun sisi udara (airside) guna menumbuhkan pergerakan penumpang.

“Akan ada tambahan luasan gedung terminal. Yang kedua, akan ada tambahan di sisi udara salah satu yang akan memungkinkan adalah tambahan runway,” kata Awaluddin saat ditemui di UNIONSpace Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (10/2/2020).

Namun demikian lanjut Awaluddin, penambahan sarana di sisi udara dan sarana lainnya akan disepakati pada tahapan selanjutnya setelah ditentukan mitra strategis pengembangan Bandara KNO.

“Tapi itu kembali lagi pada tahapan atau staging yang kemudian harus disepakati dulu. Misalkan, di kondisi traffic tertentu termasuk fasilitas udara yang lain. Sepeti tambahan luasan Apron atau dan lain sebagaianya,” tuturnya.

Adapun kapasitas terminal Bandara Kualanamu akan ditargetkan dapat menampung pergerakan penumpang mencapai 17 juta atau dua kali lipat dengan kapasitas saat ini yakni 8 Juta penumpang per tahun.

Sementara, Bandara KNO memiliki luas 1.365 hektare. Yang telah digunakan kurang lebih 700 hektare.

“200 hektare dari 700 hektare yang tersisa sudah clean and clear (siap dibangun),” ujar Awaluddin.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 39 perusahaan yang sudah mengirimkan Letter of Interest (proposal ketertarikan) kepada Angkasa Pura II, antara lain berasal dari Asia Timur, Asia Barat, kawasan ASEAN hingga Eropa.

Nantinya PT Angkasa Pura II dan mitra strategis akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi. Adapun PT Angkasa Pura Aviasi ini nantinya yang akan mengelola Bandara Internasional Kualanamu dengan masa konsesi 25 tahun.

Dimana, komposisi kepemilikan saham di PT Angkasa Pura Aviasi adalah PT Angkasa Pura (minimum 51%) dan mitra strategis (maksimum 49%).

Skema Strategic Partnership dalam pengembangan dan pengelolaan Kualanamu ini disebut mendatangkan berbagai keuntungan bagi PT Angkasa Pura II dan Indonesia. (Rmt)