Home Bandara Tiba di Bandara Soetta, Begini Proses Pemeriksaan Kesehatan 300 ABK Asal Indonesia

Tiba di Bandara Soetta, Begini Proses Pemeriksaan Kesehatan 300 ABK Asal Indonesia

0

BANDARA SOETTA – Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri terus berbondong-bondong kembali ke Tanah Air. Hal ini terkait wabah Coronavirus Disease (COVID-19).

Terbaru, sebanyak 300 orang anak buah kapal (ABK) di sejumlah kapal pesiar di Los Angeles, California, Amerika Serikat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Sabtu (11/4/2020).

Mereka menggunakan pesawat Charter EuroAtlantic Airways jenis Boeing 777-212ER. Sesampainya di Terminal 3 Bandara Soetta, kesehatan 300 ABK tersebut diperiksa dengan ketat oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I.

Kepala KKP Kelas I Bandara Soetta, Dr Anas Ma’ruf menjelaskan, terhadap ABK tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan sesuai dengan protokol kesehatan sesuai dengan aturan Kementerian Kesehatan karena termasuk ke dalam golongan pekerja migran Indonesia.

“Kita lakukan pemeriksaan tambahan dimulai dari mengisi HAC (Health Alert Card), penyelidikan melalui wawancara disitu kita cek suhu tubuhnya, nadinya dan saturasi oksigen. Apabila sehat dan tidak ada gejala, kita terbitkan keterangan sehat atau Clearance dari KKP,” kata Dr Anas, Sabtu (11/4/2020).

Menurut Anas, KKP Kelas I Bandara Soetta tidak menemukan gejala atau terpapar COVID-19 pada ABK tersebut. Mereka kemudian diberikan surat keterangan dan diizinkan melanjutkan perjalanan.

“Sekarang sudah selesai pemeriksaannya, beberapa kita lakukan tes cepat, dan yang jelas kita lakukan pemeriksaan tambahan ya, meliputi wawancara dan saturasi oksigen dan beberapa kita lakukan rapid tes. Hasilnya dari 300 itu enggak ada yang mengarah ke covid,” kata Dr Anas.

Walaupun tidak ada ABK yang terpapar COVID-19, mereka tetap wajib melakukan karantina secara mandiri dengan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah masing-masing.

“Gejala tidak menunjukan ke mereka dan rapid test tidak reaktif, tahap selanjutnya sesudah clearence kesehatan kemudian mereka diminta lakukan karantina mandiri dan melaporkan juga ke dinas kesehatan daerah asal masing-masing dan KKP setempat,”tutur Anas. (Rmt)