Home Berita Tidak Ada Banten,Ini Daftar 102 Kabupaten/Kota yang Bisa Lakukan New Normal

Tidak Ada Banten,Ini Daftar 102 Kabupaten/Kota yang Bisa Lakukan New Normal

0

Tangerangonline.id,Jakarta – Sebanyak 102 Kabupaten/Kota sudah mengantongi izin untuk melaksanakan kegiatan New Normal (tatanan hidup baru), daerah-daerah tersebut saat ini berada di zona hijau.

Hal ini disampaikan, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo di Graha BNPB, Sabtu (30/5/2020). Menurut dia, instruksi ini langsung diberikan oleh Presiden Joko Widodo.

Namun, katanya, syarat yang harus dilakukan di zona hijau ini harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap ancaman Covid-19.

“Setiap daerah harus memperhatikan ketentuan tentang testing yang masif, tracing yang agresif, isolasi yang ketat serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19,” terang Doni.

Ia menerangkan, Gugus Tugas Pusat akan terus memberikan arahan dan evaluasi terhadap segala kegiatan di tiap wilayah dan terus berkomunikasi dengan Gugus Tugas di Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Pengambilan keputusan mengenai bidang yang akan kembali dibuka perlu dilakukan,” ujarnya.

Intinya, lanjut Doni, keberhasilan masyarakat produktif dan aman Covid-19 sangat tergantung kepada kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan antara lain wajib pakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, senantiasa melaksanakan olahraga yang teratur, istirahat cukup dan tidak boleh panik serta upayakan selalu dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Selain itu, Doni menambahkan, tiap wilayah yang akan memulai kembali produktivitasnya diwajibkan untuk menyiapkan manajemen krisis untuk melakukan monitoring dan evaluasi.

“Waktu dan sektor yang akan dibuka yang akan dibuka kembali ditentukan oleh para pejabat, bupati dan walikota di daerah,” tandasnya.

“Jika dalam perkembangannya ditemukan kenaikan kasus maka tim gugus tugas tingkat Kabupaten/Kota dapat memutuskan untuk melakukan pengetatan atau penutupan kembali,” ujar mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) ini.

Adapun 102 wilayah tersebut meliputi:

1. Aceh: 14 kabupaten/kota
2. Sumatra Utara: 15 kabupaten/kota
3. Kepulauan Riau: 3 kabupaten
4. Riau: 2 kabupaten
5. Jambi: 1 kabupaten
6. Bengkulu: 1 kabupaten
7. Sumatra Selatan: 4 kabupaten/kota
8. Bangka Belitung: 1 kabupaten
9. Lampung: 2 kabupaten
10. Jawa Tengah: 1 kota
11. Kalimantan Timur: 1 kabupaten
12. Kalimantan Tengah: 1 kabupaten
13. Sulawesi Utara: 2 kabupaten
14. Gorontalo: 1 kabupaten
15. Sulawesi Tengah: 3 kabupaten
16. Sulawesi Barat: 1 kabupaten
Sulawesi Selatan: 1 kabupaten
17. Sulawesi Tenggara: 5 kabupaten/kota.
18. Nusa Tenggara Timur: 14 kabupaten/kota
19. Maluku Utara: 2 kabupaten
20. Maluku: 5 kabupaten/kota
21. Papua: 17 kabupaten/kota
22. Papua Barat: 5 kabupaten/kota.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, 102 kabupaten/kota itu tidak atau belum terdampak Covid-19 atau masuk ke dalam zona hijau. Lalu ada juga yang berwarna kuning (resiko rendah), risiko sedang (berwarna orange), dan risiko tinggi (warna merah).

Berdasarkan data BNPB, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang jumlahnya lebih dari 2.000 kasus masuk ke dalam zona merah. Ada dua provinsi yang masuk ke dalam zona merah, yakni DKI Jakarta dengan jumlah positif mencapai 4.708 kasus, dan Jawa Timur mencapai 3.652 kasus per Sabtu, (30/05/2020).

Wiku menyatakan, hal yang harus dilakukan saat ini adalah dengan melindungi bangsa, melalui peningkatan ketahanan masyarakat terhadap virus corona baru penyebab Covid-19.

“Sehingga masyarakat harus memastikan menggunakan masker. Perilaku ini harus dilakukan dengan disiplin mulai dari rumah tangga, RT, hingga RW sampai tingkat nasional,” tegas Wiku.

Ia mengungkapkan, sebanyak 70 % masyarakat Indonesia berubah perilaku, sehingga menyulitkan virus ini berkembang biak. Ini upaya kita untuk tingkatkan kesehatan masyarakat.

Demi memudahkan masyarakat untuk mengingat apa yang harus dilakukan, maka perlu gerakan untuk mengubah perilaku. Untuk itu ada gerakan 4 sehat lima 5 sempurna.

“Kami meminjam istilah ini untuk digunakan untuk melawan Covid-19, pertama pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, olahraga dan istirahat cukup, tidak panik, sempurna lima adalah makan bergizi,” demikian dikatakan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.*)