Home Index Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Sosialisasi Peduli Sampah

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Sosialisasi Peduli Sampah

0

TANGERANG – Mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) merangkul komunitas yang ada di Tangerang melakukan diskusi dan sosialisasi dampak sampah untuk kehidupan.

Diskusi ini dilakukan melalui media sosial untuk mengedukasi kaum milenial saat mengikuti arahan pemerintah dengan tetap di rumah atau stay at home. Diskusi dan sosialisasi ini bertema less plastic to better world. 

Ditengah pandemi Covid-19 yang tengah membuat resah warga di dunia ini menuntut mahasiswa harus berkreasi.

Tentunya, dengan stay at home bukan menjadi hambatan bagi generasi penerus bangsa agar dapat tetap membangun negeri.

Kali ini kelompok yang menamakan We Care dari Universitas Mercu buana menggagas sebuah ide untuk memberikan pelajaran bagi masyarakat tentang bahaya sampah.

Mereka menggencarkan sosialisasi melalui berbagai media sosial dan juga mengajak para komunitas untuk berdiskusi melalui online.

Sandra Andhini salah satu penggiat konten We Care di Instagram ini mengatakan selain untuk menjalankan tugas Kuliah Peduli Negeri di Fakultas Ilmu Komunikas UMB kelompoknya pun bertekad memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya sampah.

“Oleh karenanya, kami rutin memposting di konten Instagram kami. Selain itu beberapa waktu lalu juga kami melakukan diskusi melalui virtual bersama para komunitas di Tangerang dan beberapa ahli,” kata Sandra kepada tangerangonline.id, Senin (8/6/2020).

Menurut Sandra, sampah merupakan suatu unsur yang tidak terlepas dari kegiatan manusia saat ini. Sehingga, sampah plastik yang sulit terurai di alam semakin menumpuk.

Mahasiwa Universitas Mercu Buana melihat realita bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbesar ke 2 setelah Negara China dengan jumlah 187,2 juta ton pertahun dan hanya 7% saja yang didaur ulang.

Menyadari bahwa hal tersebut merupakan suatu masalah yang hendak menjadi aware semua pihak untuk segera menyikapinya.

Mahasiswa Universitas Mercu Buana Falkutas Ilmu Komunikasi ini menggencarkan sosialisasi melalui Instagram wecare.id kepada generasi sekarang akan pentingnya menumbuhkan kepedulian diri akan sampah dan pengolahannya.

“Pemakaian tumbler atau botol minum yang bisa dipakai berulang kali, mengganti penggunaan plastik dengan kardus atau paper bag saat berbelanja serta Gunakan sedotan stainless steel dan sedotan bambu bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik,” jelas Sandra.

Melalui sosialisasi pada media sosial instagram We Care ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang dampak dan bahaya sampah terutama sampah plastik.

Melalui program kuliah peduli negeri ini We Care juga mengajak bersama-sama untuk peduli terhadap sampah yang telah dipakai dan berkontribusi secara nyata untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Menurut kami ini jelas menjadi hal yang berdampak buruk bagi bumi. Untuk itu kami berkomitmen untuk menggencarkan sosialisasi bahaya sampah ini,” tuturnya.

Terlepas dari itu, kata Sandra, hanya segelintir orang yang peduli akan tersebut terutama generasi pada zaman sekarang. Hal ini yang menurutnya membuat kelompok We Care ini termotivasi.

“Maka Mahasiswa Universitas Mercu Buana jurusan Imu Komunikasi ini memberikan sosialisasi melalui Instagram wecare.id kepada generasi sekarang akan pentingnya menumbuhkan kepedulian diri akan sampah dan pengolahannya,” jelas Sandra.

Diketahui dalam sosialisasinya kelompok ini juga melaksanakan diskusi online dengan para muda-mudi perwakilan dari komunitas sosial di Tanggerang yaitu Samantha Aulia dari Koordinator Kota Marine Buddies Tangerang dan Intern Researcher Wildlife Conversation Society (WCS) serta dr. Wina Sinaga MGizi, SpGK.

Dalam diskusi yang digelar Jumat 29 Mei 2020 lalu dr. Wina Sinaga MGizi, SpGK melalui aplikasi zoom mengatakan

“Dari kesehatan itu muncul dampak jika dalam jangka waktu yang panjang, dimana pada akhirnya akan sampai kepada manusia itu sendiri sebagai predator terakhir dalam rantai makanan. Makanan yang mengandung unsur timbal atau mercury dimana menyebabkan kanker dan ganguan pada organ-organ yang lain. Untuk kita butuh membangun persepsi akan diri kita dan orang-orang disekitar kita untuk mengurangi pemakaian sampah serta mengelola sampah dengan benar,” ucap dr. Wina Sinaga.

Dengan begitu kelompok We Care ini berharap melalui diskusi online dan konten medsos yang mereka buat tersebut dapat mengemukanan bahwa memang dibutuhkan edukasi dan sosialisasi yang diberikan kepada masyarkat secara terus menuerus akan sampah.

Terlebih dampaknya serta pengelolaan sampah seperti 3R (Reuse, Reduse & Recycle) untuk membangun pengetahuan dan habbit masyarakat terutama generasi sekarang peduli akan hal tersebut.

(Bal)