Home Berita Air Sumur Satelit (Toren) Ambruk di Pakuhaji

Air Sumur Satelit (Toren) Ambruk di Pakuhaji

0

Sejumlah warga Kampung Rawa Kalong RT 03 RW 02, Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji heboh. Pasalnya, mereka dikagetkan dengan suara ambruknya penampungan air toren (sumur satelit), Senin (3/8/2020).

Kejadian yang terjadi pada pukul 10.00 WIB pagi sontak membuat warga berdatangan melihat sumur satelit yang mengaliri kebutuhan air se-RT 03 RW 02.

Warga sekitar, M. Irfan mengatakan, kejadian sempat mengagetkannya saat dirinya sedang menyantap sarapan di dalam rumah.

Ia heran sumur satelit yang berumur kurang lebih 2 tahun itu ambruk. Padahal ada sumur satelit lainnya di wilayah yang tak berjauhan dibangun di tahun yang sama masih kokoh.

“Saya duga kontruksi bangunan penyanggah penampungan airnya tidak sesuai dengan ukuran jadi mengakibatkan karat dan tidak kuat menampung air,” kata Irfan.

Ia berharap, pemerintah setempat dapat segera memperbaiki penampungan air tersebut. Pasalnya, air bersih di wilayahnya menjadi kebutuhan dasar warga.

Ia juga meminta pemerintah agar juga memantau kualitas pembangunan dari pihak ketiga (kontraktor). Hal ini perlu agar kualitas pembangunan dapat bertahan lama.

“Saya berharap agar setiap kerjaan agar selalu dipantau baik CV atau PT, dan kelengkapannya ada serta kualitas kerjaan sesuai tidak agar tidak terjadi lagi seperti ini,” tandasnya.

Terpisah, saat dihubungi Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yoyo mengatakan, ambruknya sumur satelit disebabkan plat besi penyangga toren tersebut sudah berkarat.

Kendati demikian, pihaknya tak menyalahkan pihak ketiga yang membangun penampung air tersebut. Baginya ini menjadi perhatian bersama.

“Semestinya sudah menjadi perhatian warga disitu. Pemeliharaan dari pihak ke tiga kan sudah lewat,” katanya.

Terkait perbaikan atau pembangunan ulang sumur satelit itu, Yoyo mengatakan masih dalam pembahasan antara warga dan pihak kelurahan.

“Nanti kesepakatan warga dengan pak lurah. Kecamatan hanya mendorong untuk di bangun kembali,” ujarnya.

Disinggung alasan titik sumur satelit lainnya di wilayah yang dibangun di tahun 2018 yang masih berdiri tegak dan kokoh sedangkan sumur satelit di wilayah RT 03 roboh, pihaknya bakal memantau titik tersebut.

“Saya belum tahu mas. Karena belum kesana,” pungkasnya. (Red)