Home Berita UMK di Banten Naik Hanya 1,5 Persen, Buruh Tangerang Tidak Terima

UMK di Banten Naik Hanya 1,5 Persen, Buruh Tangerang Tidak Terima

0

Gubernur Banten Wahidin Halim telah menandatangani surat Keputusan Gubernur (Kepgub) soal penetapan Upah Minimum Kabupaten-Kota (UMK) untuk tahun 2021.

Keputusan ini tertuang dalam surat Kepgub Banten Nomor 561/Kep.272-Huk/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Banten yang ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim pada 20 November 2020.

Adapun besaran UMK 2021 yang naik 1,5 persen tersebut di antaranya Kabupaten Pandeglang Rp 2.800.292,64, Kabupaten Lebak Rp 2.751.313,81, Kabupaten Serang Rp 4.215.180,86, Kabupaten Tangerang Rp 4.230.792,65 dan Kota Tangerang Rp 4.262.015,37.

Sedangkan Kota Tangerang Selatan Rp 4.230.792,65, Kota Serang Rp 3.830.549,10, dan Kota Cilegon Rp 4.309.772,64.

Namun demikian, buruh tidak terima dengan naiknya besaran upah yang hanya 1,5 persen tersebut. Salah satunya dari Presidium Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) Dedi Sudrajat.

Kepgub UMK banten 2021

“Ya, besaran UMK tahun 2021 sudah diketuk. Tapi kami tidak terima dan kecewa,” ujar Dedi saat dihubungi, Sabtu (21/11/2020).

Ketua DPD KSPSI Banten ini mengatakan bahwa para buruh di Banten tak terima dengan kenaikan UMK yang hanya tidak mencapai 3 persen.

“AB3 menolak karena terlalu jauh dari usulan dewan pengupahan Provinsi Banten unsur serikat pekerja sebesar 3.33 persen,” tuturnya

Penolakan akan dilakukan para buruh yang tergabung dalam AB3 dengan menggelar aksi besar-besaran ke kantor Gubernur Banten untuk meminta merevisi Kepgub tersebut.

“Aksi akan dilaksanakan pada Selasa 24 November 2020,” tandasnya. (Rmt)