Home Berita Jelang Pemberlakukan Larangan Mudik, Stasiun Rangkasbitung Dipadati Penumpang

Jelang Pemberlakukan Larangan Mudik, Stasiun Rangkasbitung Dipadati Penumpang

0

Jelang berlakunya larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021, Stasiun Rangkasbitung, Lebak dipadati sejumlah penumpang.

Berdasarkan pemantauan tangerangonline.id di Stasiun Rangkasbitung pada Senin (3/5/2021), terjadi kepadatan penumpang pengguna Commuter Line tujuan Tanah Abang dan kereta jarak jauh.

Para penumpang yang datang ke stasiun tampak membawa tas ransel berukuran besar dan koper. Bahkan, ada penumpang yang membawa books makanan yang telah dibungkus dalam sebuah kardus makanan.

Calon penumpang terlihat mengantre untuk mengambil kartu agar bisa masuk ke area stasiun. Sebelum masuk ke area stasiun, petugas mewajibkan calon penumpang mencuci tangan menggunakan hands sanitzer. Lalu, petugas mengecek suhu tubuh calon penumpang. Dibagian luar stasiun tampak terjadi kepadatan arus lalu lintas.

Opar (45), calon penumpang, mengaku akan pulang menuju ke Malang, Jawa Timur, untuk bertemu anggota keluarga.

Ia mengaku terpaksa mengambil cuti dari kantor terlebih dahulu lantaran akan ada kebijakan larangan mudik Lebaran oleh pemerintah.

“Iya terpaksa harus curi start terlebih dahulu ini. Karena kalau berangkat tanggal 6 pasti sudah tidak akan bisa,” katanya saat ditemui.

Dia mengaku ingin pulang kampung karena sudah lima tahun tidak bertemu dengan anggota keluarga.

“Ini kan momen sangat dinanti oleh semua orang. Otomatis ada kerinduan ingin merayakan hari Lebaran bareng keluarga,” ujarnya.

Rencananya, dia akan menghabiskan waktu bersama keluarga selama dua minggu. Setelah itu, dia akan kembali ke Rangkasbitung untuk bekerja.

Sementara itu, calon penumpang lainnya Susi (27), pegawai bank swasta, mengaku ingin pulang ke Bogor, Jawa Barat. Saat ini, dia tinggal untuk sementara di rumah kontrakan yang ada di Rangkasbitung.

Menurut dia, momentum Lebaran sangat tidak lengkap apabila tidak dirayakan bersama-sama dengan keluarga di rumah. Sehingga, dia mudik lebih cepat agar tidak terkendala untuk pulang ke tempat asalnya.

“Kangen sama orangtua dan keponakan di Bogor. Jadi karena kebetulan juga sudah minta libur duluan, ya kita pulang kampung langsung,” pungkasnya. (Dan)