Home Berita Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel, Mantan Pengurus 2012-2016 Angkat Bicara

Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Tangsel, Mantan Pengurus 2012-2016 Angkat Bicara

0

Ramainya pemberitaan penetapan tersangka pelaku korupsi anggaran hibah di tubuh organisasi plat merah komite olah raga nasional indonesia (KONI) Tangsel mendapatkan perhatian khusus dari para pengurus sebelumnya.

Mantan pengurus KONI Tangsel periode sebelumnya mendorong kejaksaan negeri Tangerang Selatan untuk membongkar secara transparan uang rakyat tersebut.

Di katakannya, seharusnya porsi penggunaan dana koni lebih di utamakan untuk kepentingan cabang-cabang olahraga dan pembinaan atlit-atlit berprestasi, baik prestasi di tingkat kota, provinsi, maupun tingkat nasional, dan internasional.

Saat di tanya oleh tangerangonline.id melalui sambungan WhatsAppnya, mantan pengurus yang enggan di sebutkan namanya tersebut mengungkapkan, prosentase anggaran tersebut harusnya 25 persen untuk administrasi, dan 75 persen untuk mengakomodir keperluan cabang olahraga (Cabor).

“Biasanya porsi pengurus cukuplah hanya 25% untuk kepentingan administrasi dan lain lain. Untuk dana hibah tahun 2019, Saya belum tahu berapa porsentasenya. Seingat saya pada zaman itu porsentasinya kira-kira 75 persen dan 25 persen,” ucapnya Minggu, (6/6/2021)

Ia juga menjelaskan, proses aliran dana hibah kONI 2019 tersebut mestinya di ketahui bersama seluruh pengurus secara terbuka secara akuntabel dan transparan.

Masih menurut mantan pengurus KONI, ia memaparkan, yang bisa mencairkan anggaran tersebut hanya pemegang jabatan di organisasi tersebut, khususnya pada posisi Ketua, Bendahara, dan Sekertaris (KSB)

“Hasil dari pengajuan dana hibah hibah yang di approvel tersebut kemudian mengharuskan para pemegang jabatan KSB hadir di Bank tersebut. Malah pada periode 2012-2016 dalam pencairannya cukup dengan tanda tangan ketua dan bendahara,” bebernya

Ia pun turut prihatin dengan korupsi yang terjadi di organisasi pencetak bibit unggul sang juara tersebut, pasalnya, akan sangat berpengaruh pada prestasi para atlet di masing-masing cabang olahraga.

“Anggaran 7,8 milliar yang di alokasikan untuk KONI dan Rp. 12 Millar untuk tahun 2020 yang saya dengar itu sudah sangat luar biasa. Saya ikut prihatin atas badai yang menimpa pengurus setelah saya. Jaman saya, dana hibah hanya sebesar Rp. 500 juta rupiah, namun syukur alhamdulillah cukup,” imbuhnya

Lebih lanjut ia menambahkan, jika posisi anggaran tersebut sudah di parkir di rekening KONI layaknya kedinasan, maka kewenangan Koni Tangsel hanya sebagai fasilitator untuk mendukung serta mengalokasikan sesuai dengan Hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT ). (Adt)