Beranda Berita KPU Tangsel Tetapkan Alokasi Kursi Dapil, Dapil Pamulang Berkurang Satu Kursi

KPU Tangsel Tetapkan Alokasi Kursi Dapil, Dapil Pamulang Berkurang Satu Kursi

0
Anggota KPU Kota Tangsel, Ajat Sudrajat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan alokasi kursi daerah pemilihan (Dapil) untuk Pemilu 2024 mendatang. Alokasi kursi itu nantinya untuk diduduki 50 calon anggota DPRD Kota Tangsel.

Dalam penetapan itu, terdapat 7 dapil di wilayah Kota Tangsel diantaranya, Pamulang, Serpong-Setu, Serpong, Ciputat, Ciputat Timur, dan Pondok Aren.

Selain itu, dalam penetapan itu terdapat perubahan jumlah kursi pada Dapil Pamulang yang sebelumnya 12 kursi berkurang menjadi 11 kursi namun kebalikannya, Dapil Serpong-Seru bertambah, dimana sebelumnya 8 kursi menjadi 9 kursi. Sedangkan, dapil lainnya masih dalam jumlah yang sama, dimana Ciputat 8 kursi, Ciputat Timur 6 kursi, Serpong Utara 5 kursi, dan Pondok Aren 11 kursi.

Anggota KPU Kota Tangsel Ajat Sudrajat mengatakan, hasil penetapan tersebut melalui proses perhitungan rumus yang telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 16 Tahun 2017. Sehingga hitungan kursi tersebut bukan muncul begitu saja.

“Dalam Peraturan KPU itu rumusnya ialah Data Agraget Kependudukan (DAK) di setiap kecamatan dibagi Daftar Bilangan Pembagi Penduduk (BPPd). Dan BPPd kita itu jumlahnya 27.534, angka ini didapat dari jumlah DAK yaitu 1.376.734 dibagi jumlah kursi di DPRD Kota Tangsel yaitu 50,” ujarnya.

“Maka jumlah pendudukan setiap kecamatan itu kita bagi BPPd yaitu 27.534, setelah kita bagi itu kita mendapatkan 46 kursi dari hasil pembagian itu. Lalu masuk ke hitungan selanjutnya, yaitu dengan melihat sisa penduduk mana yang paling tinggi, dan hasilnya itu Serpong jauh lebih tinggi dari Kecamatan Pamulang. Sehingga Serpong mendapatkan tambahan alokasi kursi 1 dan Pamulang tidak, sehingga Pamulang itu menjadi 11 kursi saat ini,” tambah Ajat.

Lebih lanjut Ajat menyebutkan, perubahan tersebut disebabkan faktor-faktor pertumbuhan penduduk di Kecamatan Serpong selama lima tahun terakhir ini jauh lebih pesat dibandingkan dengan di Pamulang atau kecamatan lainnya.

“Jadi penetapan alokasi kursi ini tidak sembarangan, semuanya itu sudah berdasarkan rumus yang telah di atur oleh Peraturan KPU. Sehingga bukan kami asal menempatkan alokasi kursi,” paparnya.

Ditanyai lebih lanjut, mengenai apakah ada protes keras terhadap hilangnya satu kursi di Dapil Pamulang, Ajat mengatakan, awalnya emang sempat banyak pertanyaan. “Namun setelah kita beritahu rumusnya, dan cara menghitungnya, akhirnya sudah tidak ada perdebatan lagi, karena jelas rumusnya. Bahkan muncul juga diskursus yang mengusulkan agar Kecamatan Serpong itu menjadi Dapil sendiri, tidak bergabung dengan Kecamatan Setu. Namun karena Kecamatan Setu tidak bisa berdiri menjadi dapil sendiri, maka ketetapannya sama yaitu Serpong-Setu menjadi satu dapil,” urai Ajat.

Ajat juga mengatakan, bahwa nama dapil dan alokasi kursi tersebut telah ditetapkan oleh KPU RI, sehingga nantinya yang telah ditetapkan tersebutlah yang akan dipakai untuk Pemilu 2024 nanti.

“Ini semua sudah ditetapkan oleh KPU RI, dan sudah kami lakukan sosialisasi juga, sehingga tinggal masuk ke tahapan selanjutnya,” pungkasnya. (Mhd/red)