Beranda Berita Pesawat Tempur F-16 TNI AU dan Rafale AU Prancis Gelar Simulasi Pengisian...

Pesawat Tempur F-16 TNI AU dan Rafale AU Prancis Gelar Simulasi Pengisian Bahan Bakar di Udara

0

Tiga pesawat Tempur F-16 TNI AU dan satu pesawat tempur Rafale, ditambah satu pesawat tanker A-330 MRTT Angkatan Udara Prancis (FASF – France Air and Space Force) terbang bersama (join flight) di langit Madiun, Jawa Timur.

Di Selatan Madiun, di Training Area Lanud Iswahjudi, pesawat-pesawat tempur F-16 TNI AU dan satu Rafale RASF menggelar simulasi latihan pengisian bahan bakar di udara (dry Air to Air Refueling exercise) dengan pesawat tanker A-330 MRTT. Pesawat ini adalah sebuah pesawat pengisian bahan bakar di udara untuk jet-jet tempur.

Keempat pesawat tempur itu secara bergantian melaksanalan “dry Air to Air Refueling” pada ketinggian 2.000 feet. Saat “join flight” pesawat Rafale diawaki oleh penerbang Angkatan Udara Prancis dan Mayor Pnb Dedi “Kingbee” Andres S (back seat), dari Skadron Udara 1 Wing 7 Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Prosesi “Join flight” dan pelaksanaan “dry Air to Air Refueling exercise” TNI AU dan RASF ini, merupakan bagian dari misi Pegase Angkatan Udara Prancis di Indonesia. Tak kurang 13 pesawat (6 Rafale, 4 A-400M dan 3 A-330 MRTT) Angkatan Udara Prancis dilibatkan pada misi Pegase yang akan berlangsung selama sepekan tersebut.

“Di Indonesia, delegasi Prancis akan melaksanakan sejumlah pertemuan bilateral. Selain itu, Angkatan Udara Prancis dan TNI AU juga melaksanakan _subject matters experts briefing_ untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, antar penerbang kedua angkatan udara,” beber Kadispenau Marsma TNI R Agung Sasongkojati, Rabu, (26/7/23) di Jakarta.

Agenda lainnya, kata dia, adalah melaksanalan static dan dynamic show sejumlah pesawat Angkatan Udara Prancis di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Angkatan Udara Prancis juga mengundang awak media massa Indonesia untuk melihat secara langsung pesawat dan berinteraksi dengan penerbang mereka,” katanya.

Ia menerangkan, Prancis dan Indonesia telah menjalin kemitraan strategis sejak tahun 2011, yang diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama di bidang pertahanan pada tanggal 28 juni 2021.

“Kedua negara mempunyai komitmen dan kepentingan yang sama, baik dalam hal tantangan keamanan kawasan, yaitu perdamaian, stabilitas dan kemakmuran kawasan, kepatuhan pada hukum internasional, maupun tantangan global, seperti penangkapan ikan ilegal dan perubahan iklim,” demikian dikatakan Kadispenau Marsekal Pertama R Agung Sasongkojati. (rls/MRZ)