Beranda Berita Akses Ditutup, 4 Perusahaan di Kawasan Industri di Balaraja Terancam Gulung Tiker

Akses Ditutup, 4 Perusahaan di Kawasan Industri di Balaraja Terancam Gulung Tiker

0
Kawasan industri balaraja
Foto : Rendy H. Permana Kuasa Hukum Kawasan Industri Jaha di Balaraja Tangerang

Sebanyak 4 perusahaan di Kawasan Industri Jaha Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang terancam gulung tikar. Pasalnya akses keluar masuk kawasan tersebut ditutup oleh ahli waris H. Durahman yang menuntut hak sewanya.

Kuasa Hukum perusahaan Rendy mengatakan, akibat penutupan akses itu kegiatan perusahaan pun terhenti dan membuat kerugiaan mencapai miliaran.

“Itu sangat merugikan perusahaan, kalau tidak jalan dalam satu hari mobil ekspor import, perusahaan tidak produksi itu bakal merugikan perusahaan miliaran rupiah,” ujar Rendy kuasa hukum perusahaan di Mapolresta Tangerang kepada Tangerangonline.id pada Rabu, (12/6/2024).

Rendy mengatakan, kedua belah pihak dari ahli waris dan pihak perusahaan melakukan mediasi di Mapolresta Tangerang untuk mencari titik terang agar tidak merugikan 1.500 karyawan yang bekerja dilokasi tersebut.

“Itu juga nanti akan merugikan karyawan sampai timbul pemecatan karena keuangan perusahaan yang tidak stabil,” ujarnya.

Rendy menerangkan, ahli waris sudah pernah mengguat kepada perusahaan tahun 2011. Ahli waris mengklaim jalan itu miliknya. Padahal, putusan pengadilan menyatakan pihak penggugat itu kalah, tetapi sampai detik ini ahli waris masih kekeh untuk menguasai tanah tersebut.
Maka dari itu, pihaknya akan berkonsentrasi untuk membuka pemblokiran yang dilakukannya.

“Kami akan berkonsentrasi penuh bagaimana pemblokiran premanisme ini bisa disingkirkan, tahun 2011 ahli waris sudah mengguat, dalam putusan pengadilan penggugat kalah,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, akses keluar masuk kendaraan pada Kawasan Industri Jaha, Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang diblokir ahli waris.

Akibat pemblokiran akses tersebut, puluhan truk barang tersendat untuk akses keluar masuk kawasan industri tersebut.

Pantauan tangerangonline.id, sejumlah kendaraan non barang dapat keluar masuk melalui akses jalan perkampungan.

Salah satu supir truk Cahyadi mengungkapkan penutupan akses jalan kawasan industri ini sudah berlangsung selama 5 hari. Ia pun mengeluhkan bersama supir lainnya tak dapat beraktivitas kerja.

“Kami kaya dipenjara. Sementara kami butuh uang untuk pulang, makanya kami menetap dirumah yang disediakan perusahaan kami,” katanya di lokasi. (Rez)