Mahasiswa FEB UNPAM Bekali Siswa SMA PGRI 22 Serpong tentang Fintech dan Pembayaran Digital

By
3 Min Read
Tim PMKM FEB Universitas Pamulang (UNPAM) berfoto bersama dosen pendamping, Ibu Fina Fitriyana S.E., M.Ak., di lingkungan kampus UNPAM setelah seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di SMA PGRI 22 Serpong selesai dilaksanakan. (Foto: Dok. Istimewa)

Siswa kelas XI SMA PGRI 22 Serpong mendapatkan pemahaman mendalam mengenai financial technology (fintech) dan sistem pembayaran digital. Hal ini berkat kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMKM) yang digelar oleh tim mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pamulang (UNPAM) pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pendamping Ibu Fina Fitriyana S.E., M.Ak., serta beranggotakan Aslamiyah, Stevani Anggun Maharani, Aulia Canda Andini, dan Romlah Marliani. Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat di bidang pendidikan dan literasi keuangan.

Tim PMKM dari FEB UNPAM memilih topik “Pemahaman Financial Technology dalam Sistem Pembayaran Digital” karena dinilai sangat relevan dengan aktivitas keseharian siswa. Saat ini, banyak pelajar yang sudah menggunakan dompet digital seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay, namun belum sepenuhnya memahami cara kerja, kelebihan, serta risikonya.

Perwakilan tim mahasiswa FEB Universitas Pamulang (UNPAM) menyerahkan cenderamata secara simbolis kepada pihak SMA PGRI 22 Serpong sebagai tanda apresiasi dan kerja sama dalam kegiatan edukasi literasi fintech, Selasa (19/5/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, mahasiswa memaparkan berbagai hal, mulai dari definisi fintech, jenis-jenis layanan pembayaran digital, manfaat bertransaksi nontunai, hingga potensi bahaya seperti penipuan online dan kebocoran data pribadi. Materi sengaja disampaikan dengan bahasa yang ringan dan dekat dengan dunia anak muda agar mudah diserap oleh peserta.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim PMKM memberikan pre-test di awal sesi. Setelah seluruh materi rampung disampaikan dan sesi diskusi selesai, siswa kembali mengerjakan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang cukup signifikan. Para siswa yang semula hanya hafal nama aplikasi, kini mampu menjelaskan fungsi, kelebihan, serta risiko dari masing-masing sistem pembayaran digital.

Sesi tanya jawab menjadi momen paling hidup saat siswa antusias menceritakan pengalaman pribadi, termasuk pernah salah transfer, lupa PIN dompet digital, hingga hampir menjadi korban tautan (link) penipuan mengatasnamakan layanan fintech.

“Kami ingin adik-adik di SMA PGRI 22 Serpong tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang konsumtif, tetapi juga cerdas dalam menjaga keamanan data pribadi mereka,” ujar Miya, selaku Ketua Tim PMKM FEB UNPAM saat memberikan tips praktis di sela-sela acara.
Pihak guru pendamping dari SMA PGRI 22 Serpong turut mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, bekal literasi fintech sejak bangku sekolah sangat krusial agar siswa tidak menjadi korban kejahatan digital di kemudian hari.

Melalui kegiatan PMKM ini, diharapkan edukasi serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dan aman dalam setiap transaksi keuangan digital.

Share This Article