Terminal 2F Soekarno-Hatta Jadi Pusat Keberangkatan Umrah Mulai Juli 2026, Ini Tahapannya

By
4 Min Read
Lounge di Terminal 2F Internasional Bandara Soekarno-Hatta. (tangerangonline.id)

Sejak langkah pertama jemaah umrah menapakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), nuansa perjalanan menuju Tanah Suci kini terasa berbeda.

Mulai 1 Juli 2026, keberangkatan rombongan umrah yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) secara bertahap akan terpusat di Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F.

Sebuah Terminal yang dirancang bukan sekadar sebagai tempat transit, melainkan sebagai gerbang awal ibadah dengan kenyamanan yang lebih terjaga dan dilengkapi berbagai fasilitas khusus.

Peningkatan pelayanan ini sejalan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026 tentang Pengaturan Layanan Penumpang Angkutan Udara Haji dan Umrah Melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandar Udara Soekarno-Hatta.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan, keberangkatan melalui terminal khusus ini untuk menghadirkan pengalaman perjalanan lebih nyaman, tertib, dan tertata bagi para jemaah umrah sejak tiba di bandara hingga keberangkatan menuju Tanah Suci.

“Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F telah dipersiapkan secara optimal untuk melayani kebutuhan jemaah umrah. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, area yang lebih luas, serta dukungan operasional yang dirancang khusus, kami ingin memastikan setiap jemaah memperoleh pelayanan terbaik sejak awal perjalanan ibadahnya,” ujar Heru pada Jumat (26/6/2026).

Dilengkapi Berbagai Fasilitas

Terminal seluas 27.418 meter persegi ini dilengkapi fasilitas yang dirancang untuk kenyamanan jemaah umrah dan keluarga pengantar, antara lain ruang tunggu berkapasitas hingga 3.000 orang dan masjid seluas 3.136 meter persegi yang mampu menampung sekitar 1.000 jemaah.

Sebanyak 20 konter check-in juga khusus disiapkan bagi jemaah umrah sehingga proses pelaporan keberangkatan dan drop baggage jemaah umrah dilakukan secara terpisah dari penumpang reguler, untuk proses keberangkatan yang lebih cepat dan nyaman.

Di samping itu, petugas bandara secara khusus berfokus memberikan layanan jemaah haji dan umrah, karena tidak ada penumpang reguler di terminal ini.

Tahapan layanan terpusat

Sejalan dengan Surat Edaran Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026, maskapai penerbangan yang melayani jemaah umrah rombongan akan menerapkan skema split operation secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tahapan Layanan Terpusat

  • 1 Juli 2026: Long Air, Hainan Airlines, Saudia Airlines

 

  • 8 Juli 2026: Scoot, Turkish Airlines

 

  • 15 Juli 2026: Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, Etihad Airways

Heru menjelaskan tahapan ini untuk memastikan proses transisi operasional berjalan optimal serta memberikan waktu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyesuaikan proses pelayanan kepada jemaah.

“Penerapan dilakukan secara bertahap agar layanan bagi jemaah umrah berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai, PPIU, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap tahapan dapat berjalan dengan baik,” tutur Heru.

Sebelumnya, Terminal 2F telah melayani keberangkatan jemaah umrah melalui sejumlah tahapan pengoperasian. Terminal ini pertama kali melayani penerbangan charter Lion Air pada 2022, kemudian berkembang dengan layanan penerbangan charter dan reguler Garuda
Indonesia pada 2025.

Berbagai penyempurnaan fasilitas dan skema operasional terus dilakukan hingga akhirnya terminal ini siap melayani keberangkatan jemaah umrah rombongan secara lebih luas mulai Juli 2026. (Rmt)

Share This Article