Bentrok di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Jumat (7/8) kemarin karena tidak adanya pengamanan oleh aparat di lokasi ekseskusi lahan.
Hal ini dikatakan oleh Toni Babeh selalu Koordinator Penggarap Lahan Ahli Waris keluarga Iskandar Darmawan.
Saat dijumpai di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Toni masih mendapat pengawalan ketat dari puluhan anak buahnya yang diketahui merupakan anggota ormas Forkabi.
Kata Toni pihaknya telah memenangkan gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Tangerang atas lahan seluas 45 hektare. Namun dia menyayangkan saat eksekusi berlangsung tidak dikawal oleh aparat keamanan sebagaimana mestinya.
“Eksekusi tadi memang sudah putusan negara. Enggak boleh main-main juga kan jadi tidak boleh di hadang. Penegak hukumnya sendiri juga seharusnya respon dengan masalah ini, harus hadir. Tadi kan enggak ada. Diminta oleh pengadilan engga ada makanya terjadi keributan segala macam,” kata Toni Jumat (7/8/2020) malam.
Menurut Tony, massa yang diketahui dari salah satu ormas lainnya ini sengaja melakukan perlawanan dan mengklaim lahan yang telah dimenangkan.
“Mereka menghadang apa dasarnya. Kalau mereka punya bukti silahkan ke Pengadilan,” ucapnya.
Namun Toni menegaskan jika dirinya akan tetap mempertahankan keputusan dari PN Tangerang. Meskipun sebelumnya pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang menyatakan objek lahan tersebut belum jelas.
“Yang jelas saya selaku koordinator penggarap lahannya ahli waris Iskandar Darmawan mempertahankan putusan pengadilan,” ujarnya.
Atas kejadian bentrokan yang terjadi melibatkan anak buahnya ini Toni berharap pihak Kepolisian dapat bertindak tegas.
“Di belakang ini pasti ada dalangnya. Selama ini yang saya tau dalangnya Frangki. Dasarnya apa? Polisi juga harus bertindak tegas. Saya pikir itu, tangkaplah yang bikin rusuh, jangan biarin ini kan anarkis bang,” tukasnya.
Sementara itu di lokasi yang berbeda pada malam tadi sempat terjadi ketegangan dan kerumunan masa. Bahkan kerumunan ini meluas hingga ke Graha Raya, Kota Tangerang Selatan. (Bal)

