Home Berita Polda Bongkar Kejahatan Siber di Ruko Graha Raya Bintaro Beromset Rp 2...

Polda Bongkar Kejahatan Siber di Ruko Graha Raya Bintaro Beromset Rp 2 M

0

Tim Ditreskrimsus Cyber Crime Polda Metro Jaya membongkar dan menyita sejumlah modem dan Voice over Internet Protocol (VOIP) milik komplotan Cyber Fraud warga negara China-Taiwan di ruko Boulevard Blok GC 06 dan Ruko Fiera Blok C No.2 Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/2).

Sejumlah modem dan VOIP itu biasa digunakan komplotan tersebut untuk melakukan tindak kejahatan melalui pancaran jaringan internet.

Menurut Sammy Wiyata, personil dari Unit 4 Subdit Reskrimsus Polda Metro Jaya ini menerangkan, jaringan ciber crime internasional asal negara China – Taiwan menggunakan teknologi tersebut sebagai media internet untuk bisa komunikasi jarak jauh secara langsung.

“Pancaran jaringan internet dari sini di lempar ke Surabaya, dari Surabaya ke Negara Cina-Taiwan melalui komunikasi VOIP ini,” ujar pria berpangkat Iptu di lokasi penggerebekan.

Dijelaskan Sammy, pemasangan jaringan internet ini bertujuan agar pihak kepolisian sulit melacak keberadaan para pelaku, sehingga menggunakan pemancar dari Indonesia. Modusnya untuk melakukan penipuan yang dilakukan warga negara China-Taiwan dan mengaku sebagai pejabat di daerahnya lalu menghubungi korban yang memiliki masalah dengan rekeningnya.

“Contohnya, menghubungi korban (melalui VOIP) yang memiliki rekening bermasalah. Kemudian, menawarkan untuk di lanjutkan tanpa masalah dengan transfer uang dengan nominal yang sudah di tentukan pelaku,” bebernya.

Untuk diketahui, penyitaan sejumlah alat-alat yang digunakan oleh para pelaku kejahatan cover crime ini, merupakan hasil pengembangan penangkapan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terhadap tujuh orang WNA dan empat WNI yang ditangkap di Bekasi dan Surabaya beberapa waktu lalu. Sedangkan ke tujuh WNA tersebut, di tangkap atas laporan Interpol Taiwan ke Polda Metro Jaya. Setelah dilakukan dilakukan pengembangan, diketahui lokasi kedua VOIP berada di wilayah Graha Raya Bintaro, Kota Tangsel.

Ditanya berapa nilai nominal yang didapat para pelaku kejahatan melalui ciber crime tersebut, Sammy menyebutkan angka yang didapat oleh pelaku jumlahnya sangat fantastis.

“Dalam satu bulan komplotan cyber crime ini bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 2 miliar,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ani (40) agen property yang menyewakan ruko Viera ke pelaku asal bernama Gilbert Hartawan (50) mengatakan dirinya tidak mengetahui sama sekali bahkan menaruh curiga jika ruko tersebut disewa untuk melakukan tindak kejahatan.

“Saya tidak curiga sama sekali, wong orang nya juga baik banget. Paling kalau kesini, yaa kalau bayar-bayar aja. Saya sempat tanya, kok dikosongin aja rukonya, tapi dia bilang gak apa-apa cuma buat tempat jaringan internet aja,” tutur Ani seraya menerangkan pelaku menyewa ruko tersebut hampir 1, 4 bulan lalu. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here