Home Berita Ciputat Terlahir dari Pohon Putat

Ciputat Terlahir dari Pohon Putat

0
SHARE

Ciputat, salah satu wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pernah banyak ditumbuhi Pohon Putat yang Biasa dikonsumsi sebagai lalapan oleh masyarakat Ciputat dahulu.

Camat Ciputat Andi D Patabai, mengungkapkan, Pohon Putat itu tumbuh banyak di tempat yang saat ini merupakan Pasar Ciputat.

“Pohon Putat namanya, tumbuh di sekitar Pasar. Sekarang disebut Pasar Ciputat,” kata camat yang baru setahun menjabat di Ciputat ini.

Andi menambahkan, Ciputat berasal dari bahasa Sunda, Jawa Barat yang terdiri dari dua kosakata yaitu Ci atau Cai berarti air. Air itu diambil karena terdapat sumber air atau lembah besar di bawah tanah Pasar Ciputat, dan Putat diambil dari nama pohon.

Dulunya, Ciputat ditinggali oleh masyarakat berbagai etnis seperti Sunda, Betawi, Arab dan Tionghoa.

Andi memberitahukan Ciputat adalah satu-satunya kecamatan Tangsel yang pernah memiliki dua orang camat kala itu.

“Waktu jaman Belanda, Ciputat punya dua orang camat. Yang satu camat dari Belanda, yang satu lagi camat dari Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian, Ciputat yang masih hutan belantara menjadi kawasan sumber utama Belanda memperoleh rempah-rempah dan hasil bumi lainnya.

Wilayah Ciputat pun luas meliputi Pamulang, Rempoa, Cirendeu, Pondok Cabe dan Lebak bulus yang menjadi pusat kota sekaligus lokasi pertempuran pejuang kemerdekaan melawan penjajah Belanda.

Ketika masa penjajahan, etnis Tionghoa adalah penguasa bidang ekonomi. Namun setelah kemerdekaan, peran etnis Tionghoa mulai berkurang digantikan oleh etnis Betawi dan Arab yang perlahan menguasai lahan kawasan Ciputat. Salah satunya yaitu Tuan Salim, keturunan Arab yang menyumbangkan tanah miliknya untuk membangun Masjid Agung Al-Jihad dan menjadi pusat keagamaan di Ciputat.

Letak geografis Ciputat berada diantara 3 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Namun, pada tanggal 28 Oktober 2008, melalui sidang paripurna di DPR untuk pembentukan kota Tangerang Selatan, Ciputat resmi menjadi ibukota Kota Tangerang Selatan, Banten sesuai dengan Undang Undang No. 51 Tahun 2008.

Saat ini, Andi sedang berupaya mengumpulkan para budayawan, ulama dan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pelaku sejarah di Ciputat untuk mencari tahu waktu pasti kecamatan yang dipimpinnya itu disebut Ciputat.

“Supaya tiap tahunnya punya kebanggaan untuk merayakan dan memperingati hari jadi. Makanya hal ini perlu dikaji,” pungkasnya kepada tangerangonline.id di kantor Kecamatan Ciputat. (ayu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here