Home Berita Mie Lidi Blaem-Blaem Sentuhan Mantan Pramugari

Mie Lidi Blaem-Blaem Sentuhan Mantan Pramugari

1
Owner Mie Lidi Blaem-Blaem , Wulandari

Masih ada yang ingat dengan jajanan Jaman Dulu (Jadul) yang namanya Mie Lidi ? Ya, jajanan pedas yang banyak digemari oleh anak-anak maupun dewasa ini, biasanya lebih disukai dengan rasa pedas. Sambil menemani jam kantor, mie lidi sangat cocok jadi cemilan.

Wulandari, adalah mahasiswi tingkat akhir di Universitas Pamulang (Unpam) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menggeluti bisnis mie lidi. Namun ada yang beda dengan mie lidi buatan Wulan. Oh iya, Wulan memberi nama mie lidinya dengan nama Mie Lidi Blaem-Blaem.

“Mie Lidi Blaem-Blaem rasanya nggak keras seperti mie lidi biasanya. Trus sajian packagingnya (pengemasan) beda. Kita lebih modern,” ungkap Wulan membedakan Mie Lidi Blaem-Blaem dengan mie lidi biasanya saat dijumpai tangerangonline.id.

Siapa sangka, Wulan pada awalnya adalah seorang pegawai yang terhitung mapan, Ia rela resign (undur diri) hanya untuk menekuni bisnis makanan jadul ini.

“Saya dulu pernah jadi pramugari kereta api eksekutif Jakarta-Surabaya, lalu pernah jadi Custumer Service di Bank besar juga. Sudah hampir 3 tahun saya kerja di Bank,” tuturnya.

Meski terbilang nyaman, sambung Wulan, tapi ia lebih memilih berwirausaha ketimbang jadi pegawai. Padahal, saat ia resign dari Bank, sebenarnya ia belum tahu akan menggeluti usaha apa. Baginya, usaha adalah passion-nya. Selain itu, ia juga merasa bosan jadi pegawai.

“Saya nekat aja resign, padahal nggak tahu abis resign mau usaha apa. Niat saya, intinya cuma pengen usaha. Saya pun dapet keterampilan bikin mie lidi itu secara otodidak. Belajar lewat browsing di internet,” papar wanita berdarah Betawi ini.

Perlu eksperimen berkali-kali, hingga Wulan akhirnya bisa bikin mie lidi yang enak seperti sekarang ini. Usaha yang baru dijalaninya selama 7 bulan ini, terbilang cukup maju. Sebab melalui sistem Drop-ship, Mie Lidi Blaem-Blaem sudah masuk ke 30 koperasi di berbagai perkantoran.

“Targer market saya orang kantoran. Berdasarkan pengalaman saya, orang kantoran kan suka ngemil. Saya juga lihat harga, Mie Lidi Blaem-Blaem seharga Rp 15 ribu nggak mungkin dijangkau anak sekolahan atau orang perkampungan, makanya saya masuknya ke perkantoran,” jelas wanita yang tinggal di kawasan Cirendeu, Ciputat, Tangsel.

Wulan belum membuka outlet resmi Mie Lidi Blaem-Blaem. Ia hanya melayani sistem Drop-ship dan pemesanan secara online. Dalam 1 minggu, Mie Lidi Blaem-Blaem bisa tembus angka produksi hingga 300 pcs. Selain tersaji dengan rasa pedas, Mie Lidi Blaem-Blaem menyediakan rasa ayam bawang, saltcheese, sweetcheese, barbeque dan pizza.

“Kini, sembari fokus usaha, saya sedang mengejar gelar sarjana di Unpam,” tutup wanita yang juga pernah kuliah di Mercubuana Jakarta itu. (Muf)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here