Home Berita Revitalisasi 6 Pasar, Disperindag Mulai Hitung Potensi PAD

Revitalisasi 6 Pasar, Disperindag Mulai Hitung Potensi PAD

0

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tancap gas untuk segera merevitalisasi sebanyak 6 pasar tersebar di Tangsel.

Selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat layaknya pasar modern dan higienis, rencana revitalisasi itu diperuntukan dalam upaya mendongkrak sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 6 pasar tersebut.

“Secara kajian kami sedang menghitung besaran untuk Penerimaan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan 6 pasar tradisional ini,” ungkap Sekretaris Disperindag, Malik Kuswari kepada tangerangonline.id di kantornya, Jumat (18/3/2016).

Sedangkan terkait realisasi program revitalisasi 6 pasar, pihaknya sedang mempersiapkan seluruh kebutuhan dan kajian bersama dengan SKPD lain. “Kami sedang lakukan kajian terkait masalah pasar tradisonal, sosialisasi, DED (Detail Engeneering Design atau perencanaan teknis, red) sedang dipersiapkan Dinas Tata Kota Permukiman dan Bangunan,” imbuhnya.

Ditegaskan Malik, revitalisasi 6 pasar merupakan bagian program Disperindag dalam mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan.

“Tahun ini Disprindag akan revitalisasi 6 pasar tradisional, dan Pasar tradisional ini akan dikelola pemerintah daerah, melalui UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pasar, sesuai dengan program Walikota Tangsel dan RPJMD,” ujarnya.

Revitalisasi yang tengah sibuk dipersiapkan pihaknya juga dari memanfaatkan peluang setelah diserahkan aset 6 Pasar Tradisional kepada Kota Tangsel. “Sejak Per 1 Januari 2016, 6 pasar di Kota Tangsel telah resmi di serahkan Kabupaten Tangerang,” katanya sembari menjelaskan, dimanfaatkan potensi pasar tersebut untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tangsel dan menjadi sumber PAD.

Dirinya mengatakan, ada proses tawar menawar harga dalam pasar yang akan direvitalisasi nanti, sehingga tidak semuanya akan dihilangkan. “Meskipun pasar diubah menjadi pasar modern, namun tetap memakai sistem pasar tradisional,” ungkapnya.

Harapannya, kedepan masyarakat tidak sungkan dan enggan belanja ke pasar tradisional dengan tempatnya lebih nyaman. “Kedepan pasar tradisional tidak kalah dengan pasar modern, harus bersih, rapi, jalanannya bagus, tersedia lahan parkir yang memadai, keamanan yang terjamin, yang paling penting barang barang lengkap, serta harganya harus terjangkau,” tutupnya. (Uar/Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here