Home Berita UKM Kota Tangerang Masuk Mall

UKM Kota Tangerang Masuk Mall

0

Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Dengan sektor UKM, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang.

Oleh karena itu, Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin saat acara Pembukaan UKM Masuk Mall yang diselenggarakan di Grand Serpong Mall (GSM) Kota Tangerang, menyampaikan keseriusan Pemkot memfasilitasi serta memberikan ruang lebih banyak lagi bagi UKM untuk memasarkan produk-produknya.

“Sebuah visi yang mulia dan inovatif dengan memfasilitasi pengembangan UKM melalui Program UKM masuk Mall,” ujar Sachrudin.

Selain menjadi sarana promosi potensi keunggulan produk dalam negeri, lanjutnya, juga menjadi ajang kompetisi sehat bagi para UKM yang mampu memicu untuk lebih meningkatkan kualitas produknya, terutama dalam menghadapi Masyarakat ekonomi Asean (MEA).

Ia sangat mengapresiasi atas peran para pengelola mall khususnya GSM yang telah berpartisipasi dalam upaya pengembangan UKM dan diharapkan kedepannya akan semakin banyak lagi mall-mall yang turut menghadirkan UKM dalam mall.

“Pusat-pusat perbelanjaan harus bisa mengakomodir produksi sekaligus membantu pemasaran produk asli daerah Kota Tangerang,” ujarnya.

Mantan Camat Pinang ini juga mengharapkan agar pusat-pusat perbelanjaan bisa menjadi pusat pengembangan wisata kuliner di Kota Tangerang. Namun demikian produk-produk ukm juga harus mampu meningkatkan kualitas dan menyesuaikan dengan standar mutu di pusat perbelanjaan tersebut.

Staf Ahli Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Pariaman Sinaga menuturkan untuk semakin memasyarakatkan UKM ditengah masyarakat khususnya dalam menghadapi persaingan MEA, tentunya perlu adanya dukungan dan perhatian dari semua pihak terutama pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

“Diperlukan kekompakan dan kebersamaan untuk menghadapi tantangan yang besar,” ungkapnya.

Seperti halnya dengan memberikan pelatihan-pelatihan atau pembinaan bagaimana caranya agar produk mereka bisa dibeli oleh para pengunjung mall tersebut dan dapat bersaing dengan produk-prduk yang ada di mall. Salah satu pembinaan yang bisa diberikan misalnya packaging atau membungkus barang dagangan mereka dengan lebih menarik.

Sementara itu, Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) melalui pelaksana teknisnya, Arifin Ibrahim menyampaikan selama ini tak dapat dipungkiri UKM masih mengalami kesulitan untuk bisa mengakses pasar mall. Oleh karena itu, Hipmikindo menyerukan kepada para pengelola mall untuk dapat mengakomodasi produk UKM. “UKM masih kesulitan bisa menjangkau pasar modern. Ini terobosan bagus bagi UKM untuk bisa memasarkan produknya di mall,” ujarnya.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut bukan semudah membalikan telapak tangan. Saat ini daya saing produk UKM masih sangat variatif. Sektor UKM harus dibantu untuk mampu bersaing. “Jangan sampai kalau sudah masuk mall, kualitasnya tidak beda dengan kualitas yang ada di pasar tradisional,” tegasnya.

Oleh karena itu, perlu pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM tentang standarisasi kualitas produk UKM untuk menjaga kelangsungan UKM agar dapat bersaing dalam pasar bebas MEA.

“Akses pasar merupakan salah satu bentuk alternatif. Ditambah adanya pendampingan kualitas produk, maka diharapkan akan menjaga kelangsungan UKM untuk dapat bersaing dengan produk yang ada di mall,” penutup sambutannya seraya berharap kepada seluruh instansi pembina UKM dapat terus merangkul, mendampingi dan melatih UKM binaannya, sehingga mampu lebih baik dari hari ke hari.

Dalam acara ini turut dilakukan penandatanganan MOU antara Hipmikindo dan Lembaga Tertinggi Adat Republik Indonesia (Lemtari) yang bertujuan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat adat yang ada di daerah sebagai perpanjang tangan masyarakat ditingkat pusat, khususnya dalam mengakomodir para UKM. (Acp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here