Home Agenda Tradisi Bedug, Cara Warga Muncul Berkumpul Seusai Tarawih

Tradisi Bedug, Cara Warga Muncul Berkumpul Seusai Tarawih

0

Warga Rukun Warga (RW) 03, Kelurahan Muncul, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya cara sendiri yang rutin dilakukan pasca melakukan salat tarawih. Dari berkumpul menunggu waktu sahur di masjid atau mushola, hingga memainkan alat tabuh tradisional bedug yang terbuat dari kayu yang dibentuk silinder berbalut kulit sapi atau kambing.

Bedug yang bagi sebagian masyarakat betawi memang sudah tidak asing lagi. Alat tabuh tradisional itu sejak dahulu sudah akrab ditengah warga Muncul terutama seperti saat Ramadan.

Seperti dikatakan ketua RW Rajat Miun. Menurutnya, permainan bedug sudah menjadi tradisi yang dilakukan sejak zaman para tetua terdahulu.

“Makanya gak aneh setiap lomba festival bedug tingkat Kecamatan Setu juaranya Muncul melulu,” ucapnya Jumat (17/6/2016).

Ia juga menambahkan, pasca tarawih warga Baru Asih Muncul biasa berkumpul untuk sekadar silaturahmi dan bermain bedug. “Bedug disini formasinya 4 orang masing-masing beda suaranya dari yang pertama sampai yang terakhir, tang ting tung der terus ditabuh mengikuti ritme,” tambah ketua RW yang akrab disapa Rambik itu.

Permainan bedug yang memang perlu dilestarikan menjadi ciri atau identitas warga Baru Asih Muncul. Seperti dikatakan salah seorang pemain bedug yang kerap mengikuti festival bedug, Jovi. Ia mengatakan agar generasi muda tak perlu malu untuk belajar bermain bedug. Dikatakannya, bedug sudah menjadi tradisi masyarakat betawi Kota Tangsel umumnya dan khususnya kampung baru Asih Muncul.

“Kalau anak muda kagak mau belajar main bedug ya kedepan lambat laun akan punah tradisi yang dilakukan oleh engkong sesepuh-sesepuh kita,” tutupnya. (Bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here