Home Agenda Raudhatul Makfufin dan HMI Bekasi Latih Tuna Netra Baca Tulis Alquran

Raudhatul Makfufin dan HMI Bekasi Latih Tuna Netra Baca Tulis Alquran

0

Yayasan Raudhatul Makfufin asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi menggelar pelatihan tata cara baca dan tulis Alquran braille di Universitas Islam 45, Bekasi, Selasa (28/6/2016).

Biasanya, pelatihan yang digelar khusus untuk penyandang tuna netra namun juga diberikan untuk non penyandang tuna netra.

Ketua Umum Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Bekasi mengatakan, tujuan penyelenggaraan pelatihan untuk melatih budaya baca dan tulis Alquran yang merupakan pedoman umat Islam. Selain itu, untuk memberantas buta huruf khususnya huruf hijaiyah seperti yang ada di Alquran.

“Kegiatan ini untuk memperkuat dan menjaga aqidah kita. Kekurangan bukan berarti kelemahan, Allah sudah memberikan kemudahan bagi umatnya untuk menjaga aqidahnya,” ungkap Ii Ruswandi Ketua Umum BPL Cabang Bekasi.

Sementara, bagi mahasiswa yang non penyandang tina netra yang ikut berlatih membaca dan menulis Alquran braille diajarkan bagaimana cara menghafal huruf latin braille lalu mempraktekkannya.

“Peserta yang ikut pelatihan itu nantinya kita akan gelar dalam pelatihan trainer of training (ToT) secara intens baik yang tuna netra maupun non tuna netra,” ujar Ii.

Dilain sisi, Budi Santoso, Trainer yang juga tuna netra dari Yayasan Raudhatul Makfufin berharap, calon trainer-trainer yang mengikuti pelatihan dapat menjadi guru baca dan tulis Alquran khususnya bagi penyandang tuna netra.

“Penyandang tuna netra memang tidak melihat tapi bukan berarti tidak bisa membaca Alquran adalah kitabnya agama Islam maka kita sebagai muslim wajib membacanya,” tandasnya.

Budi juga mengatakan, dirinya siap mengajarkan baca tulis Alquran hingga lintas daerah. Karena baginya ilmu yang dimiliki harus dibagi, apalagi ilmu agama Islam.

Ia juga berharap, Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dapat menyelenggarakan pelatihan baca tulis Alquran dan kegiatan pendidikan lainnya di setiap daerah.

“Saya mewakili tuna netra berharap kegiatan pelatihan ini tetap berjalan di setiap daerah dan kami juga berharap dari pemerintah daerah maupun swasta dapat membantu kami,” harap Budi. (Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here