Home Berita Warga Keluhkan Biaya Masuk Sekolah Negeri di Pamulang Hingga Rp 20 Juta

Warga Keluhkan Biaya Masuk Sekolah Negeri di Pamulang Hingga Rp 20 Juta

25
SHARE

Kebanyakan sekolah memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran 2016-2017 pada hari Senin (18/7/2016) atau besok. Di tengah sebagian besar menyambut tahun ajaran baru ini, sejumlah walimurid di Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) yang masih menyisakan keluhan soal mahalnya biaya sekolah.

Sofa Sumarsono misalnya, warga Jalan Benda Timur 2 RT 1 RW 16 Benda Baru, merasa ada yang keliru dengan fakta pendidikan yang ada di lingkungannya. “Terus terang saja, warga banyak yang menginginkan anaknya masuk sekolah negeri agar biayanya murah. Namun realitanya tidak demikian, justru sekolah negeri malah mahal,” tegasnya kepada tangerangonline.id, Minggu (17/7/2016).

Sofa menilai biaya yang dikeluarkan oleh walimurid saat masuk ke sekolah negeri merupakan pungutan liar, sebab tidak ada sama sekali kwitansi yang diberikan oleh pihak sekolah kepada walimurid setelah membayar. “2 tetangga saya ada yang berbarengan masukin anaknya ke SMA 3 Tangsel, tapi keduanya bisa beda-beda bayarnya. Yang satu Rp 15 juta, dan satunya ada yang Rp 20 juta. Kan ini aneh,” bebernya.

Hal tersebut diakui oleh Sukiman, ketua RT setempat. Menurutnya, pihak sekolah selalu memberi alasan mengenai biaya tersebut. “Katanya buat biaya gedung sekolah. Padahal setahu saya, gedung sekolah negeri dibebankan kepada pemerintah melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” papar warga asal Jawa Tengah yang sudah tinggal 20 tahun lebih di Benda Baru ini.

Di lain pihak, Karnih seorang ibu rumah tangga di Jalan H Saleh RT 3 RW 2 Benda Baru menyebutkan, tak hanya biaya sekolah menengah saja yang mahal. Bahkan sekolah dasar juga mahal. “Anak saya baru masuk SD aja sudah habis Rp 1 juta lebih. Berbeda dengan di Jakarta, anak sekolah semua biayanya ditanggung pemerintah. Ada semacam KJP (Kartu Jakarta Pintar),” pungkasnya. (Muf)

25 COMMENTS

  1. Gimana mau maju anak2 yg miskin di tangsel? Lah sekolah aja mahal, yang ada miskin tambah bego, tambah banyak pengangguran nantinya

    WAJIB DIAUDIT ITU SEKOLAH NEGERI YG BERBIAYA MAHAL!

  2. Anak sy pindah sekolah sekolah dari smp negeri 88 jakarta ke smp negeri 1 Salembaran, Dadap-Tangerang supaya diterima minta uang rp.1,5 juta dgn alasan untuk uang pembangunan sekolah.
    Mohon menteri depdiknas bpk Anis Bawesdan bertindak tegas karena di wilayah Tangsel sekolah negeri begitu semua.
    Dan buat KTP sj di Tangsel diminta rp.150.000 kpd warganya oleh RW nya.
    Jadi byk masyarakat Tangsel tdk memiliki KTP terutama yg berusia 17 tahun ke atas.
    Mohon mendagri bertindak tegas.
    Dan untuk menjadi pelanggan PDAM sj warga Tangsel harus mengeluarkan uang minimal 3 juta dgn alasan tdk ada jatah baru.
    Masyarakat Tangsel tdk tahu cara mengadukan kejadian2 diatas.
    Mohon pemerintah pusat bertindak tegas atas kejadian2 diatas.
    Terima kasih.

    • percuma klo sebatas lapor bila tdk ada tindakan yg kongkret. yg sdh jelas kliatan aja gak ada respon.??? Inilah ciri Negara Korup.

    • Gila… Indonesia…
      Rakyat dibikin susah sama pemerintahnya sendir. Ngak heran banyak yg keluar negri. Gila… cm bisa ngeluh sampe berbusa, gmn mau maju rakyatnya. Buat apa APBD. Pantes banyak yg mau jd PNS. Biar bisa makan APBD???…
      Saya suka kl ada gubernur kayak pak Ahok di TANGSEL atau di semua daerah.
      Kalo saya yg jadi gubernur/presiden. Udah pasti saya hancurkan mungkin juga hukum mati buat koruptor yg makan duit rakyat. Biar saya yg nanggung dosanya.tp rakyat saya senang,makmur,aman,sejahtera.
      Ngak bakalan bikin seneng orang yg udah kaya.
      Tp rakyat juga wajib jd rakyat yg baik dong….
      Oke bro

  3. Saya juga merasakan, slh satu smp negeri ditangerang selatan biaya sekolah dan biaya biaya sudah seperti pungli karena dimintanya tanpa ada Surat pemberitahuan resmi juga kwitansi yg tidak ditanda tangani kepala sekolah sebagai penanggung jawab. Memang spp gratis tapi ada donasi yg nilainya ditentukan oleh sekolah ,Sama aja bohong ….. Belum lagi soal buku pegangan belajar Katanya dr pemerintah tp ttp aja byr dan hrs beli lagi dr sklh yg jmlhnya lbh dr 1jt utk 1 semester…. Ampuuun, gak py uang gak bs sklh dooong

    • Kapan kejadiannya? Adakah bukti pembayarannya seperti kwitansi? Lokasi sekolahnya di mana? Mohon di pesan pribadi saya. Agar ditindak lanjuti

      • Saya juga pusing pak sy pikir…tahun ini biayasekolah sman bisa gratis karena jaman pak sby ada rencana 12 thn wajib belajar..lah ko sekarang malah…bayaean perbulan 250 ribu uang gedung 2500000belum gurunya nyuruh beli buku ini buku itu. Gimana ya ini…klu gini IIndonesia tak akan bisa mengentaskan kemuskinan lah wong sekolah aja bayarnya….tahun kemarin cm 50000 oerbulan dgn alasan dipindahkan keprovinsi eee naik 5 x lipat ya klu gini…ga usah…dilimpahkan keprovinsi dooong…klu ditanya …itu udah kepitusan gubernur kepitusan mentri hadeuh…tooooloooong jadi pemimpin jgn bebanin rakyat….

  4. Nilai anaknya aja yg gak cukup buat masuk ke sekolah negeri. Jd org tua murid memaksakan anaknya sekolah di negeri dengan harga mahal. Klw anaknya nilainya tinggi juga murah ko masuk sekolah negeri. Di jkt mah klw mw masuk negeri standar nilainya tinggi2. Klw yg nilainya rendah jg gak pd masuk di negeri.

  5. Tindak dong jgn cm dengar aja, klo jd pimpinan yg Tegas.!!! bila perlu Pecat.!!! klo cm dengar Kerbau jg dengar.. Mau disamakan dgn Binatang.? Entah gak punya Nyali atau memang dpt bagian jg.??? Masa hrs masyarakat yg bergerak sendiri.??? Apa gunanya pemimpin bila tdk bs mengayomi Masyarakat.??? Ke Laut aja.!

  6. Untuk apa tujuan otonomi daerah kalau tidak bisa memperbaiki sistem pendidikan. Janji Cerdas modern dan religius itu harus nyata dirasakan masyarakat. Anak yg pintar dan lulus tes harus mendapatkan jatahnya di sekolah negeri. PMB online 100 % harus dilaksanakan di Kota Tangsel, jangan ada lagi katebelece dari siapapun

  7. Halo Angota DPRD kota Tangsel toloing tuh dengarkan keluahn warga tugas anda mengawasi pemerintahan dan mensejahterakan warga kota Tangsel jangan hanya diam tidak bertindak, anda dipilih rakyat untuk mewakili rakyat dalam memperjaungkan haknya.

  8. Lah itu anda saja yang nyogok, memaksakan anaknya masuk SMAN 3 tapi nilainya tidak cukup. Masuk ke SMAN 3 TANPA MENYOGOK hanya dikenakan biaya sekitar ~1Jt. Kalau anaknya gabisa mangkanya jangan dipaksa, malah menjelek – jelekan nama sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here