Home Index KKN Kebangsaan dan Wajah Ganas Mahasiswa 

KKN Kebangsaan dan Wajah Ganas Mahasiswa 

0

Oleh: Dedy Ibmar**

KKN Kebangsaan Kuliah kerja Nyata (KKN) merupakan program yang selalu dilakukan mahasiswa sebagai perwujudan dari pengabdian terhadap masyarakat. KKN adalah momen untuk mengejar cita-cita luhur yakni mewujudkan masyarakat adil makmur.

Saat ini, dikenal berbagai jenis KKN yang sering digunakan oleh pihak kampus. Salah satu yang paling banyak menyita perhatian publik adalah KKN Kebangsaan. Berbeda dengan KKN umumnya (reguler), KKN Kebangsaan terdiri dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Maka konektifitas dan komunikasi antar mahasiswa tentu saja akan semakin intens dilakukan.

KKN Kebangsaan sekarang diselenggarakan oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di provinsi Kepulauan Riau dengan tema pengembangan ekowisata bahari pulau terdepan, tertinggal dan terisolir provinsi kepulauan riau berbasis masyarakat sebagai strategi menjaga kedaulatan NKRI.

Fokus dari KKN kebangsaan dari tahun-ketahun sekiranya sangat jelas yakni menjaga kedaulatan NKRI. “menjaga kedaulatan seperti apa ? Seperti menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air khususnya daerah perbatasan yang bersentuhan langsung dengan negara lain. Disinilah sekiranya mahasiswa bisa beperan” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Ade Supendi SE.M.AP.

Menjadikan mahasiswa sebagai agen penyatuan negara bukanlah hal yang mudah. Mahasiswa memang selalu identik sebagai orang-orang terdidik di negara ini. Namun, disisi yang lain mahasiswa juga selalu identik dengan sifat aktifisnya yang selalu kritis dan melawan segala hal yang dinilainya menindas manusia. Tak hanya itu, saat ini mahasiswa bahkan identik dengan demo-demo anarkis yang terjadi sejauh ini.

Hal yang menjadi permasalahan adalah bagaimana jadinya apabila masyarakat perbatasan juga berpandangan demikian ?. Bagaimana jadinya apabila masyarakat bahkan menemukan sifat mahasiswa yang tidak sesuai dengan kebiasaan mereka ?. Maka sangat dimungkinkan nantinya ada pergolakan yang berakibat fatal. Gerakan untuk memisahkan diri dari Indonesia malah berpotensi besar akan terjadi.

Daerah perbatasan merupakan tempat hidup masyarakat Indonesia yang harus bersih dari segala macam ancaman. Ruang publik masyarakat di daerah perbatasan harus diperlakukan secara baik demi mewujudkan tujuan bersama.
Oleh karna itu, mahasiswa yang terpilih sebagai peserta KKN kebangsaan seharusnya selalu sadar akan setiap tindakannya. Segala kesalahan-kesalahan bagaimanapun itu harus dihindari, sekecil apapun kesalahan itu.
Alangkah lebih baiknya apabila mahasiswa dapat bekerjasama dengan baik bersama masyarakat dan pemerintah setempat tanpa menimbulkan stigma buruk terhadap bangsa.

Dengan demikian, wajah ganas mahasiswa yang selama ini terlihat oleh masyarakat perlahan akan pudar. Mahasiswa memang kritis. Namun sifat kritis ini tentu saja harus diatur berdasarkan etika yang berlaku. Salam KKN Kebangsaan. NKRI Harga Mati!! (*)

**Dedy Ibmar, peserta KKN Kebangsaan delegasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here